Bisnis di Indonesia Tahun 2016

Berdasarkan survei terbaru Dun & Bradstreet (D&B) Indonesia, bisnis merasa lebih pesimis di semua indikator utama, yaitu penjualan, laba bersih, harga jual, pesanan baru, persediaan, dan pekerjaan. Ini adalah penurunan kuartal keempat berturut-turut, dan menunjukkan bahwa perlambatan global mengambil korban pada perusahaan domestik.

Meskipun demikian untuk tahun 2016, kami berharap Indonesia tampil lebih baik seiring dengan membaiknya perekonomian global. Menurut World Economic Outlook (WEO) 2016 yang dirilis oleh Dana Moneter Internasional (IMF), perekonomian global diperkirakan akan tumbuh sebesar 3,8%, meningkat 0,5% dari tahun 2015. Kami D&B analysts memperkirakan pertumbuhan 6,0% untuk Indonesia pada tahun depan dibandingkan dengan 4,7% tahun ini.

Pertumbuhan akan didukung oleh pemulihan di pasar negara maju seperti Amerika Serikat, Uni Eropa dan Jepang, yang tujuan ekspor utama kami. Selain itu, komitmen dari pemerintah Indonesia untuk meningkatkan belanja negara di sektor infrastruktur akan menjadi kekuatan pendorong penting. Namun, perlambatan China, melemahnya harga komoditas global, dan ketidakstabilan berkepanjangan pasar keuangan global dapat berdampak negatif terhadap prospek pertumbuhan Indonesia.

Komunitas bisnis diharapkan mulai merasionalisasi dan melakukan efisiensi di tengah kondisi ekonomi saat ini, seperti meninjau biaya investasi, dan perencanaan ulang dan mengoptimalkan yang sudah ada. Perusahaan juga harus terus menjadi kreatif dan cerdas dalam memanfaatkan kebijakan paket ekonomi pemerintah untuk merangsang kegiatan ekonomi dan bisnis lokal.

Kegagalan atau stres di dalamnya terutama selama perlambatan ekonomi berpotensi dapat mengganggu bisnis Anda.

Sumber: Businessinsider.co.id