Alotnya Proses Transfer Teknologi Project KF-X

Proyek pengembangan jet tempur ambisius KF-X Korea Selatan mendapat pukulan lain setelah mendapat halangan dalam negosiasi dukungan teknis dengan Amerika Serikat, ungkap sebuah sumber, selasa hari ini.

Seoul mengharapkan persetujuan akhir dari Departemen Luar Negeri AS pada transfer teknologi penerbangan dari perusahaan pertahanan Lockheed Martin untuk program Korea Fighter Experimental (KF-X), yang dirancang untuk menghasilkan jet tempur buatan dalam negeri pada tahun 2025.

Korea Selatan setuju dengan Lockheed Martin tahun lalu menerima 25 teknologi jet tempur dan kedua pihak telah menegosiasikan mentransfer 21 teknologi sebelum mendapatkan izin ekspor teknologi dari Departemen Luar Negeri AS.

Negosiasi bisa menghadapi penundaan besar, namun pihak AS meminta pemerintah Korea Selatan untuk lebih spesifik pada permintaan teknologi yang diinginkan, kata sumber tersebut.

Masalah yang mencuat kemungkinan bisa membuat project KF-X mundur kembali terkait lisensi ekspor teknologi dari AS, yang awalnya diharapkan pada November bulan ini.

” Korea Selatan perlu mengklarifikasi sendiri dan menentukan teknologi mana yang diinginkan dari 21 item teknologi penerbangan yang akan ditransfer pihak Lockheed,” kata sebuah sumber mengutip dari pihak AS.

Korea Selatan berencana untuk mengirimkan delegasinya ke AS pada hari senin untuk membahas perkembangan terbaru.

” Ini bisa memakan waktu lebih dari 90 hari untuk menegosiasikan transfer teknologi tertentu,” kata sumber lain, mengacu pada kompleksnya proses pemberian izin ekspor teknologi militer penting dari AS.

“AS memiliki standar berbeda untuk masing-masing negara terkait lisensi ekspor teknologi militer,” tambah sumber itu.

Ini adalah pukulan berat lain untuk project senilai 18 triliun won ($ 15.6 milyar).

Pada bulan April 2015, AS menolak untuk menyetujui pengalihan empat dari 25 teknologi penerbangan dari Locheed Martin yang dibutuhkan Seoul.

koreatimes