Ini Hasilnya Jika TNI Tanam Padi

TNI Panen Raya
Pemerintah pusat mencanangkan swasembada pangan ditahun 2017. Untuk membantu mewujudkan rencana tersebut, TNI di Kabupaten Gunungkidul langsung bergerak dengan turun langsung ke sawah melalui sistem tanam padi Tajarwo.

Dengan sistem tersebut, hasil yang didapatkan bisa 2 kali lipat dibandingkan menggunakan sistem tanam yang sudah lumrah diterapkan petani.

“Bukan hanya bertugas mengamankan wilayah NKRI dari berbagai ancaman, namun kini kita Tentara Nasional Indonesia memiliki peran dalam pengembangan pertanian dan mensukseskan program pemerintah,” kata Komandan Kodim 0730 Letkol Infantri Priyanto saat melakukan panen raya hasil tanam padi yang dilakukan anggotanya di Padukuhan Nglampar, Desa Wiladeg, Kecamatan Karangmojo, Rabu, (25/11/2015).

Dengan cara tersebut alhasil sistem tanam yang diberi nama tajarwo ini terbukti mampu meningkatkan hasil dengan pengairan dan penggunaan pupuk yang lebih hemat. Sistem tanam ini juga kini mulai diaplikasikan oleh para petani di Gunungkidul.

“Jadi kita juga mengelar sekolah pertanian babinsa. Sekolah pertanian bagi para prajurit TNI ini fokus dalam peningkatan produksi padi varietas unggul dengan berbagai metode dan sistem tanam,” ujarnya dia.

Selanjutnya dijelaskan Priyanto, salah satu sistem tanam yang dihasilkan oleh sekolah pertanian babinsa ini adalah sistem tanam padi tajarwo atau tanam jajar legowo.
“Sistem ini hanya mengunakan satu bibit padi hibrida varietas unggul dan hasilnya akan menjadi 35 bulir padi setiap tangkainya,” papar dia.

Penanaman padi ini dengan jarak 10 sentimeter setiap lubangnya dan dengan jangka waktu masa tanam sekitar 3 bulan. Kemudian hasilnya dengan luas lahan 1 hektar akan menghasilkan padi sebanyak 8,7 ton atau lebih banyak dari rata-rata padi yang biasa sekitar 4 ton saja.
“Dengan menggunakan sistem ini. Lahan padi dapat ditanami sepanjang tahun dengan minimal 3 kali panen,” jelas dia.

Sementara itu, Supar salah satu petani di Kecamatan Karangmojo mengaku tertarik dengan sistem tanam padi tajarwo. “Karena hasilnya lebih meyakinkan saya akan beralih dengan sistem tanam ini,” pungkas dia.

Sorotjogja.com