Kehidupan Awak Kapal Selam (2)

Tinggal di ruang tertutup tidak sesulit kedengarannya, terutama karena giliran kerja delapan jam membuat kami sibuk di sebagian besar waktu.

Setiap hari, sekitar pukul tiga sore, setiap orang harus membersihkan area di mana mereka ditugaskan. Beberapa awak bertanggung jawab membersihkan panel instrumen dari debu, yang lain harus membersihkan “kepala” – istilah kami untuk toilet – di haluan.

Hal yang paling mengecewakan adalah bahwa sekali seorang awak telah ditugaskan untuk membersihkan suatu area, awak tersebut akan bertahan dengan area itu selama periode kerjanya. Jadi jika Anda bertugas di kepala, maka Anda akan membersihkan kepala setiap hari.

Makanan

Ransum awak kapal selam sangat bergizi. Kami biasanya mendapat keju lembut (cottage cheese), madu, dan selai untuk sarapan; makan malam tentu akan mencakup kaviar merah dan fillet ikan sturgeon yang diasinkan. Rutinitas harian mencakup 100 gram minuman anggur merah kering, sebatang coklat, serta ikan kering (stock fish).

Di masa Uni Soviet, ketika ada wacana mengenai bagaimana meningkatkan nafsu makan awak kapal selam, komisi medis terbelah pendapatnya antara bir dan anggur. Pemihak anggur menang, tapi ikan kering, yang biasanya cocok dihidangkan bersama bir, masih menjadi bagian dari jatah makanan kami – entah bagaimana.

Peraturan

Peraturan pelatihan adalah undang-undang dasar di kapal. Kadang-kadang peraturan ini dijaga sangat ketat sehingga mungkin tampak konyol. Menurut Pasal 33 dari Peraturan Pelatihan Angkatan Bersenjata Rusia, awak yang bertugas diizinkan untuk berlari hanya ketika diperintahkan: “Cepat, grak!”

Pernah, Wakil Komandan divisi memutuskan untuk ke kepala (toilet) hanya untuk menemukan pintunya terkunci. Dia suruh mualim satu untuk membuka kunci. Mualim satu, yang duduk dengan punggung menghadap atasannya ini tidak bereaksi. Perwira senior mengulangi permintaan: “Mualim satu, bawakan kunci, cepat!” Masih tidak ada reaksi. “Cepat! Kau tak dengar aku? Aku bilang cepat, apa yang kau tunggu?!” Mualim satu menjawab: “Saya sedang menunggu Anda, Kamerad Kapten Perwira Pertama, untuk memerintahkan ‘grak!’” (bersambung)