Analisa: Aksi Turki Terhadap Rusia Disengaja

turkeys

Tindakan Turki menembak pesawat Rusia tampaknya merupakan sebuah aksi yang sudah diperhitungkan. Dalam perspektif Moskow, Turki tidak memiliki kekuatan untuk menjadi rival dan berkonfrontasi dengan Rusia di medan tempur Suriah. Para pejabat Moskow percaya bahwa kegagalan kebijakan AS di Suriah membuat negara itu mendorong Turki untuk terlibat konfrontasi langsung dengan Rusia di Suriah.

Bukti-bukti menunjukkan bahwa Barat telah lama memperingatkan Rusia tentang serangan udara di Suriah yang menyasar semua kelompok teroris, termasuk teroris binaan Barat. Turki sepertinya ingin menarik Rusia terlibat langsung dalam konfrontasi militer dengan NATO. Barat juga ingin memaksa Moskow untuk mundur sedikit dalam perang melawan terorisme dan pendukungnya di Suriah dan Irak.

Para analis Barat mengatakan bahwa tujuan menembak jatuh pesawat Rusia adalah memaksa Moskow untuk membatasi zona operasi udaranya di Suriah, khususnya di wilayah perbatasan Suriah dengan Turki. Dengan cara ini, kelompok-kelompok bersenjata yang berlindung di perbatasan bisa terhindar dari gempuran Rusia. Langkah itu juga sejalan dengan gagasan Turki untuk menegakkan sebuah zona aman di utara Suriah.

Ankara mengklaim bahwa dua pesawat Su-24 Rusia memasuki wilayah udara Turki dan setelah memberikan 10 kali peringatan dalam waktu lima menit, sebuah pesawat mengubah arah dan pesawat lainnya melanggar wilayah Turki selama 17 detik, dan pada akhirnya, militer Turki menembak jatuh pesawat tersebut. Bereaksi insiden itu, Kementerian Pertahanan Rusia dalam satu statemennya menolak klaim-klaim Turki dan menegaskan, pesawat tempur Rusia sedang terbang di wilayah udara Suriah. Rusia sedang mempelajari sejumlah opsi untuk merespon tindakan Turki.

Sementara itu, Presiden Vladimir Putin menyebut Turki telah menikam Rusia dari belakang dan menegaskan, insiden itu akan membawa dampak yang serius terhadap hubungan kedua negara.

CUlQS-ZU8AA5XOA

Para pejabat tinggi Ankara menjustifikasi penembakan itu. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan Rusia soal dukungan negara itu kepada Presiden Bashar Assad. Erdogan dengan nada mengancam mengatakan, Rusia akan menghadapi kerugian yang lebih besar jika mereka kehilangan persahabatan Turki dan NATO akan merespon atas setiap serangan.

Indeks harga saham di bursa Turki dan nilai mata uang negara itu jatuh akibat ketegangan Ankara-Moskow. Nilai tukar lira Turki jatuh terhadap dolar Amerika Serikat dan nilai saham di bursa Istanbul juga turun 1,4 persen. Di lain pihak, Barat menunjukkan reaksi yang berbeda dalam menanggapi insiden itu. NATO sebagai sekutu Turki, menggelar pertemuan darurat untuk menyatakan dukungan kepada Ankara. Sekjen NATO Jens Stoltenberg menegaskan solidaritasnya kepada Turki atas pelanggaran wilayah udara negara itu oleh Rusia.

turkey1

“Kami menegaskan solidaritas dengan Turki dan mendukung integritas wilayah sekutu NATO kami, Turki,” tandas Stoltenberg. Menurutnya, hasil penilaian dari beberapa negara anggota NATO juga ada kecocokan dengan pernyataan para pejabat Turki bahwa jet tempur Rusia telah melanggar wilayah udara negara itu dan kemudian menjadi sasaran tembak. Para pejabat AS termasuk Presiden Barack Obama dan juga Pentagon, menyatakan dukungan mereka kepada pemerintah Ankara dan menegaskan hak Turki untuk membela kedaulatannya.

Sementara itu, para pejabat Eropa mengambil sikap hati-hati atas kasus tersebut, karena negara-negara Eropa tengah menghadapi dua masalah penting yaitu, meluasnya ancaman terorisme dan krisis imigran. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini, menyeru kedua pihak untuk menahan diri dan mencegah meningkatnya ketegangan.

 

Tinggalkan komentar