Erdogan : Rusia Jangan Terus Bermain Api

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

Istanbul – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan Rusia agar tidak terus panas sejak peristiwa penembakan jet tempur SU-24 pada Selasa (24/11). Pernyataan Erdogan ini sebagai respons adanya kabar penahanan pengusaha Turki di Rusia. Kemudian disusul rencana Rusia menangguhkan perjalanan bebas visa dengan Turki.

Sikap Rusia yang ingin membalas di bidang ekonomi terhadap Turki dinilai akan membuat hubungan kedua negara masuk ke titik terendah sejak era Perang Dingin. Selama ini Turki memiliki hubungan kerjasama perdagangan yang erat dengan Rusia. Laporan penahanan pengusaha Turki saat mengikuti pameran perdagangan di Rusia juga menjadi kecaman Erdogan.

“Hal ini seperti bermain api untuk memperlakukan warga negara kita yang telah pergi ke Rusia,” kata Erdogan saat pidatonya di Bayburt, Timur Laut Turki, Sabtu (28/11/2015).

Erdogan menyampaikan Turki tak ingin hubungan dengan Rusia berujung kerugian bagi kedua negara. “Kami benar-benar melampirkan banyak hal penting untuk hubungan kami dengan Rusia. Kami tidak ingin hubungan ini menderita kerugian,” ujarnya

Menurutnya, kemungkinan dirinya untuk berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin bisa dilakukan pada pertemuan puncak Iklim di Paris, pekan depan. Sementara, Putin sampai saat ini belum bersedia menghubungi Erdogan karena Turki yang tak ingin meminta maaf.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, mengatakan akan menangguhkan rezim bebas visa dengan Turki pada 1 Januari, yang dapat mempengaruhi industri pariwisata Turki.

Juru bicara pemerintah Turki Numan Kurtulmus berharap ketegangan kedua negara ini tidak akan berlangsung lama. Bila Rusia merealisasikan ancamannya di bidang ekonomi, ia mengaku tak bisa membayangkannya.

“Saya tidak bisa membayangkan Rusia benar-benar akan meninggalkan hubungan dengan Turki atas insiden tersebut. Bagi kami itu tidak mungkin bagi Turki untuk meninggalkan hubungan dengan Rusia atas insiden tersebut,” tuturnya.

Detik.com