Ketua MPR : Sebaiknya Presiden Gunakan Helikopter Super Puma

EC 725

Jakarta – TNI AU akan mengganti helikopter kepresidenan Super Puma dengan AgustaWestland AW101. Hal ini menuai kritik dari Ketua MPR RI Zulkifli Hasan.

“Presiden kan punya Nawacita, jadi utamakan produksi dalam negeri sebagai simbol, saya berharap Presiden sebagai simbol negara pakai yang sudah kerjasama dengan PT DI,” kata Zulkifli di Jambi, Minggu (29/11/2015).

Apalagi, sambung Zulkifli yang juga Ketua Umum PAN ini, mantan Presiden RI (alm) Soeharto juga menggunakan helikopter buatan PT DI jenis Super Puma.

Dikatakannya, sebagai anak bangsa tentu harus bangga menggunakan produk buatan dalam negeri. Kalau bukan kita sebagai anak bangsa, lalu siapa lagi yang bangga dengan produk dalam negeri.

“Pak Harto saja pakai ini kok (helikopter buatan PT DI), kita berharap pakailah produksi yang kerjasama dengan PT DI, kalau nggak kita siapa lagi,” tegasnya.

Rencana pembelian helicopter kepresidenan akan kembali dimatangkan setelah Presiden Jokowi kembali pulang dari Paris menghadiri COP21 atau KTT Iklim.

“Nanti akan dirapatkan setelah Presiden kembali,” kata Menko Polhukam Luhut Pandjaitan usai mengantar presiden terbang ke Paris di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Minggu (29/11/2015).

Luhut enggan berbicara banyak soal kenapa TNI AU tidak memilih helikopter buatan PT DI. Dia memastikan akan mengkaji lagi perlu tidaknya heli VVIP itu diganti atau tidak.

“Nanti kita rapatin setelah Presiden balik,” tandasnya.

Sementara, Wapres JK, Jumat (27/11) lalu menyatakan bahwa Super Puma tidak sepenuhnya buatan dalam negeri. PT DI hanya merakit komponen helikopter produsen asal Prancis itu.

Detik.com