Suriah : Turki Penadah Minyak Curian

Tumpahan Minyak dari Truk ISIS yang dihancurkan Rusia

Militer Suriah menyebut Turki menambah dukungan terhadap kelompok gerilyawan di Suriah sebagai imbalan atas artefak dan minyak Irak dan Suriah yang dicuri.

Militer Suriah juga menuduh Turki hanya berpura-pura memberikan bantuan. Negara itu dituduh melakukan pengiriman senjata berkedok bantuan kemanusiaan.

“Pemerintah Turki telah menciptakan kondisi perbatasan yang longgar di perbatasan Turki-Suriah, memudahkan pergerakan pelaku teror dari Suriah ke Eropa,” kata pernyataan militer Suriah, dikutip kantor berita Suriah, SANA, Minggu (29/11).

Pernyataan itu juga disebutkan pasukan Turki telah menyerang posisi militer Suriah pada Jumat (27/11).

Rangkaian tuduhan tersebut dilontarkan saat militer Suriah dan pasukan udara Rusia melancarkan serangan gencar terhadap gerilyawan yang diduga mendapatkan dukungan dari Turki.

Kelompok gerilyawan itu bergerak di perbatasan Turki-Suriah. Bahkan, sebagian di antaranya bergerak dari Turki ke dalam wilayah yang dikuasai gerilyawan di Suriah Utara.

Pasukan udara Rusia, yang menjadi sekutu utama Presiden Suriah, Bashar al-Assad, terus menggempur berbagai daerah yang dikuasi gerilyawan, termasuk kelompok militan ISIS, yang menentang rezim Assad sejak beberapa bulan lalu.

Hubungan Rusia dan Turki kian merenggang pasca insiden penembakan jatuh pesawat Jet Su-24 Rusia oleh militer Turki karena dianggap melanggar batas wilayah saat sedang melakukan misi penggempuran ISIS di dekat perbatasan Suriah.

Presiden Vladimir Putin sebelumnya memastikan Rusia tetap berkoordinasi dengan Amerika Serikat untuk memerangi ISIS di Suriah. Namun, kerja sama itu terancam jika insiden semacam penembakan jet Rusia oleh Turki terus terulang.

Antara