Jerman Resmi Gabung Perangi ISIS

Kabinet Jerman mendukung rencana aksi militer melawan kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS di Suriah. Pesawat pengintai Tornado, fregat laut dan 1.200 pasukan akan dikirim ke daerah tersebut berdasarkan usulan itu. Pemungutan suara parlemen kemungkinan akan dilakukan pada hari Rabu (2 Desember).

Jerman sepakat bergabung dalam perang melawan ISIS setelah muncul permintaan dari Presiden Prancis, Francois Hollande, menyusul serangan di Paris pada 13 November. Tapi pasukan Jerman tidak akan terlibat dalam perang secara langsung. Para anggota parlemen diperkirakan akan mendukung misi yang akan menjadi operasi militer Jerman terbesar di luar negeri. Minggu lalu, Jerman sepakat mengirimkan 650 tentara ke Mali, Afrika, untuk bergabung dengan 1.500 tentara Prancis yang ditempatkan di sana guna mengatasi milisi ISIS.

Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier mengatakan kepada koran Bild sebelum rapat kabinet hari Selasa, “Kami melakukan apa yang mungkin dilakukan secara militer, hal terbaik yang dapat kami lakukan, dan apa yang dapat kami dukung secara politik. Melawan musuh seperti ISIS kita perlu sangat kuat.”