Sanksi Ekonomi Rusia Akan Membuat Turki Lesu

PM Rusia, Dmitry Medvedev
Ketegangan antara Rusia dan Turki masih terjadi pasca penembakan pesawat Su-24 oleh militer Turki, bahkan berpengaruh ke berbagai sektor.

Rusia sebelumnya telah mengeluarkan kebiajakn seperti melarang warganya mengunjungi Turki. Di bidang olahraga sepak bola, seluruh klub asal Rusia dilarang menggunakan jasa pemain turki.

Negeri Beruang Merah juga resmi menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Turki dengan ditandatanganinya keputusan tersebut oleh Presiden Vladimir Putin.

Perdana Menteri Rusia, Dmitry Medvedev, menandatangani perintah pemerintah yang menyetujui penjatuhan sanksi ekonomi kepada Turki, seperti dikutip dari laman Reuters.

Dalam sanksi ekonomi tersebut termuat sejumlah komoditas ekonomi, termasuk daftar produk pertanian yang berasal dari Turki. Berdasarkan keputusan yang dipublikasikan di situs resmi pemerintah itu, maka per 1 Januari 2016, Rusia tidak akan lagi mengimpor sejumlah barang dari Turki.

Daftar tersebut termasuk juga buah-buahan dan sayuran seperti tomat, bawang, anggur dan apel, serta produk ayam. Daftar tersebut tidak termasuk lemon atau kacang-kacangan, dimana Rusia mengimpor dalam jumlah besar dari Turki.

Jauh sebelumnya, atau tak lama setelah pesawat s-24 ditembak jatuh, Moskow telah menghentikan semua kontak militer dengan Ankara. Hal itu juga menyusul sikap Turki yang menolak menyerahkan kepada atase militer Rusia setiap benda dalam kasus penembakan pesawat Rusia, Su-24.

Dengan sanksi ekonomi yang dijatuhka rusia tersebut, perekonomian Turki dinilai bakal semakin terpukul. Pariwisata dan ekspor perdagangan menjadi salah satu sektor perekonomian Turki yang bakal paling terpukul.

Kesepakatan bebas visa antar-kedua negara juga akan dibatalkan mulai 1 Januari 2016. Moskwa juga akan mengeluarkan larangan bagi perusahaan-perusahaan Turki di Rusia dan perusahaan-perusahaan Rusia yang mempekerjakan warga Turki.

Ketegangan dengan Rusia diperkirakan bakal menambah kelesuan ekonomi Turki. Rusia adalah salah satu pasar ekspor terbesar Turki setelah Jerman. Dalam beberapa bulan terakhir, Turki memperbesar ekspor makanan ke Rusia di tengah pengurangan impor makanan Rusia dari Uni Eropa (UE) akibat friksi politik antara Rusia dan Uni Eropa.