Indonesia Kecolongan Isu Freeport

Unjuk Rasa sekelompok Pemuda Papua di Bundaran HI, Jakarta, 1/12/2015

Di tengah isu panas Freeport antara Novanto dan Sudirman said, muncul isu yang jauh lebih penting yaitu Papua, wacana papua yang ingin merdeka kembali mencuat setelah berbagai isu tentang freeport mengemuka di media.

Minggu ini kita disugihi drama adu domba antar pejabat negara ini, Sudirman Said yang telah tegas menyatakan bahwa tetap akan memperpanjang kontrak Freeport di Indonesia dan mengancam bila tidak diperpanjang maka akan hancur APBN negara kita, dia seolah menempatkan Freeport seperti dewa Negara ini, beberapa pejabat kementerian yang dipimpin olehnya juga mengatakan masalah klasik “kita masih belum bisa mengelola sumber daya alam Papua, sungguh pernyataan yang menyayat hati. Memang benar kita saat ini belum mampu, lalu apakah kita harus pasrah untuk membiarkan tanah kaya di timur yang dipertahankan mati-matian oleh Soekarno untuk kepentingan bangsa dan Negara ?

Apa iya kita cuma bisa bilang seperti itu sampai 70 tahun merdeka, dahulu Soekarno mengirim ribuan pelajar ke luar negeri agar mereka cerdas dan mampu BERDIKARI, namun terkadang orang masih salah kaprah tentang berdikari, anggapan kebanyakan orang terutama di forum online adalah berdikari itu menyendiri padahal itu tidak tepat. Berdikari adalah mandiri tidak “tergantung” pada orang lain. Perlu ditekankan ketergantungan bukan berarti kita tidak butuh siapapun melainkan mandiri untuk mengelola negara ini bersama seluruh rakyat Indonesia. Seperti halnya anda Mandiri dari orangtua dan mampu bekerja dengan banyak orang tapi anda tidak tergantung pada orang lain sehingga bisnis anda dikendalikan dan dikuasai orang lain, anda tetap punya kontrol penuh terhadap usaha anda.

Selanjutnya Novanto, dia adalah ketua lembaga yang sangat terhormat jika diurut dari strata sistem pemerintahan, namun apa yang dilakukanya seringkali offside mendahului kepentingan Eksekutif untuk mendapat keuntungan pribadi

Kembali ke Topic utama yaitu Papua Merdeka.

Sungguh ironi saat warga di Papua mengatakan berkat Freeport hidup kami sejahtera kebutuhan hidup kami tercukupi dan bisa mengenyam pendidikan. Mungkin ada benarnya karena selama ini bahkan sampai saat ini pemerintah pusat masih kurang memperhatikan wilayah timur Indonesia, mulai dari pejabat daerah sampai Pusat dan sibuk pada urusan masing masing, contohnya perkataan salah satu staff kementerian dibawah Sudirman Said.

Namun, awas ada indikasi politik yang dimainkan asing yang saat ini dimainkan. Kemarin ada demo asal Papua yang menuntut Papua merdeka dan juga ada aparat yang tertembak oleh OPM, itu pun sudah termasuk adu domba asing terhadap pejabat negara kita yang saat ini masih belum selesai

BIN diharapkan bisa cepat menyeselaikan masalah ini agar kedepan kita tidak lagi kehilangan sejengkal tanahpun dari NKRI

Terimakasih

NICO