Kendaraan Amfibi BMP

Sebagai negara yang memiliki rawa-rawa dan sungai-sungai besar di wilayah teritorialnya, sejak dulu Rusia maka semenjak dahulu, Russia telah piawai dalam mengembangkan teknologi kendaraan-kendaraan amfibi, baik untuk keperluan sipil maupun militer. Sebelum Uni Sovyet pecah, soviet terus menyempurnakan disain dari BMP (Boevaya Mashina Pekhota, kendaraan perang pengangkut tentara) seri 1 menjadi seri 2 yang dilengkapi dengan persenjataan dan sistem optik yang lebih canggih. Mesinnya yang terdiri dari waterjet juga terus disempurnakan. Kenapa BMP?

Di era ’80 ‘an, kemajuan teknologi kendaraan amfibi, khususnya untuk keperluan militer semakin meningkat. Dalam kondisi itu, AS dan Eropa Barat tetap relatif kurang memberikan perhatian pada kategori tank amfibi. Yang dilakukan AS dan mitra Eropanya adalah memodernisir kendaraan lapis baja beroda 8 jenis Piranha buatan MOWAG, Swiss, yang kemudian juga dibuat dengan lisensi oleh AS, dan diberi nama LAV-25 menjadi ’tank amfibi’.

Jika dibandingkan dengan Amerika Serikat, maupun sejumlah negara Eropa lainnya, kemajuan teknologi kendaraan amfibi di Russia memang lebih intensif. Sebagai misal sampai dengan era tahun 50’an dan ’60 an produk tank amfibi lebih banyak dikeluarkan oleh fabrikan Soviet dibandingkan AS atau Eropa Barat. Soviet di masa itu telah memproduksi tank amfibi jenis PT-76 yang cukup banyak di ekspor ke berbagai negara dan kendaraan amfibi pengangkut pasukan jenis BTR-50. AS sendiri di periode yang sama memang juga memproduksi kendaraan amfibi pengangkut pasukan jenis LVTP (landing vehicle tracked personnels)-5 dan selanjutnya dikembangkan menjadi LVTP-7, selain itu kendaraan angkut lapis baja AS jenis M-113 juga memiliki kemampuan amfibi. Namun AS mengakui bahwa untuk kategori tank amfibi memang fabrikan AS tidak mengeluarkannya sampai saat itu.

Satu dekade kemudian, BMP-3 yang merupakan generasi lanjut dari seri BMP, memasuki dinas tentara Russia. Kendaraan yang dianggap sebagai ’ultimate amphibious tank’ ini barangkali adalah tank amfibi paling serba bisa didunia, dan tidak ada padanannya dengan teknologi AS maupun Eropa Barat. BMP-3 menggunakan water-jet sebagai penggeraknya kalau beroperasi di air.

Senjata utamanya adalah kanon kaliber 100 mm jenis smoothbore yang juga di rangkai dengan peluru kendali anti tank. Sistem optiknya juga tercanggih di kelasnya. Kendaraan ini sanggup mengangkut satu regu prajurit infanteri bersenjata lengkap. Dengan berat tempur dibawah 30 ton, maka kendaraan ini selain tentunya bermanfaat bagi pasukan amfibi, juga ideal sebagai pendukung pasukan gerak cepat, karena dengan berat tempur diatas, maka kendaraan ini dapat dengan mudah diangkut dengan pesawat terbang.

BMP-3 seri F adalah varian ekspor dari BMP-3 yang diproduksi fabrikan Russia. Sampai saat ini kendaraan perang amfibi multiguna ini telah diekspor ke Kuwait, Emirat Arab dan sejumlah negara di Amerika Latin dan Asia. Indonesia termasuk diantaranya.

BMP terus berinovasi.  KBM Engineering Design Bureau di Moskow telah mengembangkan Khrizantema BMP-3 (Rusia memberi nama 9P157-2) si penghancur tank dan diresmikan pada tahun 1996. Pertama kali di pamerkan di depan umum selama pertunjukan udara di Moskow pada akhir tahun 1999 dan pada saat itu masih pada tahap prototipe.

Didukung oleh mesin diesel 500-hp UD-29 yang mampu melaju hingga kecepatan 70 km per jam di jalan dan 10 km per jam didalam air menggunakan waterjet. Sistem persenjataan menggunakan tiang peluncur roket dengan sistem kendali jarak jauh. Dua rudal siap tembak bisa diisi ulang secara otomatis di bawah perlindungan lapis bajanya. Kendaraan hanya membutuhkan dua orang awak dan membawa 13 rudal cadangan selain dua rudal siap tembak di peluncurnya. Dan warga jakgreat, Indonesia sudah memiliki alutsista ini.