Radiasi Nuklir Jepang Masuki Wilayah Amerika

Ilustrasi

Radiasi bencana nuklir yang terjadi di Jepang pada 2011 sudah mulai memasuki perairan Amerika Serikat (AS). Indikasinya, kontaminasi meningkat di wilayah perairan AS bagian utara.

Dilaporkan, peneliti di AS menemukan indikasi kontaminasi radiasi nuklir di perairan AS walaupun tingkatannya masih cukup kecil untuk dapat membahayakan manusia dan kehidupan ekologi di laut. Namun itu tetap menimbulkan kekhawatiran.

Kenn Buesseler peneliti dari Institusi Kelautan Woods Hole mengatakan, ratusan tes yang dilakukan terhadap sample air yang diambil dari Samudera Pasifik membuktikan bahwa kebocoran dari radiasi pembangkit listrik Fukushima, Jepang, masih terus berlangsung semenjak pertama bencana tersebut terjadi, yaitu empat tahun yang lalu, sebagaimana dilansir dari Reuters, Jumat (4/12/2015).

Ditemukan jejak dari kandungan isotope cesium-134 di perairan yang beberapa ratus kilometer dari pantai di Oregon, Washington, dan California. Kandungan ini juga ditemukan di perairan Pulau Vancouver, Canada.

Namun, yang lebih mengkhawatirkan adalah ditemukannya kandungan isotope cesium-137. Walaupun dalam tingkat kecil, kandungan ini ditemukan disetiap sampel air laut yang diambil. Isotope cesium-137 adalah salah satu kandungan yang terdapat di dalam bom nuklir yang digunakan pada 1950-1970.