Home » Militer » Waspadai Teroris, BNPT Awasi TKI ILegal

Waspadai Teroris, BNPT Awasi TKI ILegal

Kepala BNPT, Saud Usman Nasution
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus berupaya menanggulangi terorisme yang dapat sewaktu waktu masuk ke Indonesia.

Salah satu langkah penanggulangan terorisme adalah dengan membentuk Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di setiap provinsi. Saat ini sudah terbentuk 32 FKPT dan tinggal Provinsi Papua dan Papua Barat yang masih dalam proses.

FKPT Kalimantan Utara adalah FKPT terakhir yang dibentuk BNPT 2 Desember lalu di ibu kota provinsi ini, Tanjung Selor.

“Pembentukan FKPT ini untuk memantau sekecil mungkin situasi dan kondisi terkait ancaman terorisme di daerah,” kata kata Kepala BNPT Saud Usman Nasution di Jakarta, Jumat (4/12/2015).

Selain itu, BNPT juga mewaspadai warga negara Indonesia yang dipulangkan dari luar negeri ke Tanah Air, terutama TKI ilegal dari Malaysia.

Ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan keterlibatan mereka dalam jaringan terorisme dan masuk ke Indonesia lewat jalur TKI yang kembali ke negerinya.

“Ini dilakukan karena kami menduga sebagian dari WNI itu merupakan anggota jaringan terorisme yang sengaja memanfaatkan jalur TKI ilegal untuk kembali ke Indonesia dan nantinya membuat teror di sini,” ujar Saud.

Saud menyatakan, semua lini harus waspada, terutama pintu keluar masuk perbatasan.

Sebab, selama ini wilayah perbatasan sering disepelekan dalam upaya mencegah terorisme. Sehingga sering kecolongan dan dijadikan langganan keluar masuk pelaku terorisme.

“Ini tidak boleh terjadi. Makanya sekarang pengawasan di daerah perbatasan dan pintu masuk di bandara, pelabuhan, dan terminal, diperketat,” kata dia.

BNPT juga tengah menyelesaikan prosedur operasi standar pengawasan daerah perbatasan menyusul deportasi besar-besaran WNI dari Malaysia.

Ia mengatakan, teror bersenjata ISIS di sejumlah negara membuat Indonesia wajib membuat langkah antisipasi dari kemungkinan buruk aksi teror serupa.

“Intinya, kita tidak boleh menyepelekan sekecil dan seremeh apa pun ancaman teroris,” pungkas saud.

Tinggalkan Balasan