ISIS Siap Perangi Barat Gunakan Senjata Kimia

Militan ISIS
Sebuah laporan yang diklaim milik parlemen Eropa menyatakan, kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), telah merekrut ahli kimia, fisika, komputer untuk mengobarkan perang dengan menggunakan senjata pemusnah massal melawan barat di masa depan.

Dokumen yang disusun setelah serangan teroris di Paris itu juga menyatakan jika ISIS telah menyelundupkan bahan senjata pemusnah massal ke Eropa tanpa terdeteksi. Hal ini terang saja membuat sejumlah ahli khawatir.

Mereka menduga ISIS berhasil mengeksploitasi kegagalan pemerintah Uni Eropa untuk berbagi informasi tentang kemungkinan serangan teroris.

“Kita tengah berhadapan dengan oganisasi teroris internasional yang aktif di jalan-jalan Eropa. Mereka mempunyai sumber daya dan manusia yang sangat baik. Ini merupakan ancaman teroris yang paling serius yang dihadapi Eropa selama 10 tahun,” kata kepala Europol Rob Wainwright, seperti dikutip dari laman Daily Mail, Minggu (6/12/2015).

Untuk itu, pemerintah Uni Eropa mengeluarkan peringatan untuk memberikan perhatian khusus terhadap individu-individu yang mempunyai akses, atau bekerja di area yang sensitif.

Selain itu, badan intelijen juga telah diperingatkan untuk menyaring kembali sejumlah ekstrimis yang mempunyai pengetahuan khusus tentang kimia, biologi, radiologi, atau nuklilr (CBRN).

Sebelum,nya, laporan intelijen bulanan Interpol juga menunjukkan bahwa banyak terjadi upaya untuk memperoleh, menyelundupkan, atau menggunakan bahan CBRN.

Diketahui, sebuah hasil studi menunjukkan bahwa telah terjadi 150 kasus perdagangan nuklir atau radiologi yang dilaporkan setiap tahunnya. Lebih buruk lagi, zat CBRN telah berhasil dibawa masuk ke Eropa tanpa terdeteksi.