Des 062015
 

camar

Ribuan aparat gabungan TNI-Polri yang dikerahkan untuk mengejar Santoso dan para anggotanya, yang diduga bergerilya di hutan belantara Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), sampai kini belum berhasil menangkap para terduga pelaku terorisme paling ganas di Poso tersebut.

Sedikitnya 1.100 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan untuk mengejar dan menangkap Santoso dan kelompoknya di Poso, melalui operasi penangkapan dengan sandi operasi “Camar Maleo IV”. Operasi ini direncanakan berakhir Januari 2016.

Mantan Deklarator Malino II untuk Perdamaian Poso, Pdt Renaldy Damanik, menyatakan keheranannya karena sampai saat ini Santoso tak kunjung bisa ditangkap, padahal ribuan aparat sudah dikerahkan selama bertahun-tahun di Poso.

Wilayah hutan Poso Pesisir, yang diduga menjadi tempat persembunyian Santoso dan anggota-anggotanya, menurut Damanik, sebenarnya tidak sulit untuk ditaklukan aparat, jika memang benar-benar ada keseriusan ke arah itu.

“Tapi, semakin banyak pasukan, justru Santoso tak kunjung bisa ditangkap. Malah dalam video-video tentang Santoso antara tahun 2011-2012, justru memperlihatkan tubuh Santoso yang kekar bugar, walaupun tinggal dalam hutan yang terisolasi,” ujar Damanik kepada SP, Sabtu.

Dengan tubuh yang kekar bugar itu, lanjut Damanik, menunjukan suplai makanan dan akomodasi lainnya untuk Santoso tentu sangat cukup. Kelompok itu tidak berkekurangan makanan meski tinggal dalam hutan belantara.

“Saya kira kalau hubunga Santoso dengan dunia luar diblokir secara total, tak ada akomodiasi makanan dan lain-lain, maka ia pasti menyerah,” ujar Damanik, yang mengaku sekitar tahun 2000, pernah bertemu langsung dengan Santoso di Poso, ketika itu Santoso belum masuk dalam jaringan terduga terorisme.

Damanik yang juga mantan Sekretaris Crisis Center Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) saat terjadi konflik horisontal di Poso, antara tahun 2000-2006, mengatakan, secara faktual keberadaan jaringan Santoso saat ini jauh lebih kuat dari keberadaan TNI – Polri di sana.

Damanik menyarankan untuk menangkap Santoso, sebaiknya dilakukan negosiasi dan mediasi, karena strategi ini kelihatannya lebih ampuh dan efektif.

“Kecuali kalau masalah keamanan Poso mau dijadikan proyek oleh oleh para penguasa, maka kami tidak tahu lagi dengan hal itu,” ujarnya.

Sementara Kapolda Sulteng Brigjen Pol Idham Aziz menyebutkan, sekitar 50 orang pendukung dan simpatisan yang diduga terlibat dalam jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso, sudah ditangkap di Poso dalam kurun setahun terakhir.

“Di antaranya ada yang meninggal dunia dan masih hidup,” kata Idham Azis.

Menurut Kapolda, ada tiga kesulitan atau kendala sehingga Santoso belum berhasil ditangkap.

Pertama, Santoso dan jaringannya mengetahui kondisi di medan di Poso. Kedua, hampir sebagian besar masyarakat Poso Pesisir Utara adalam simpatisan kelompok Santoso untuk memberikan suplai logistik.

Ketiga, masalah ideologi yang mereka bahwa perjuangan yang ingin dicapai adalah menjadikan Indonesia sebagai negara Islam.

Data yang dimiliki SP, korban tewas terakhir yang diduga ditembak kelompok Santoso adalah Serka Zaimuddin, anggota Yonif Raider 712 Manado, Sulawesi Utara. Dia ditembak mati tanggal 29 November 2015.

Kemudian, sebelumnya pada 6 November 2015, pasukan Brimob berhasil menembak mati Hasan, asal Bima, NTT, diduga anggota kelompok Santoso. Hasan ditembak di Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong.

Sebelumnya bulan Agustus 2015, seorang anggota Brimob dari tim gegana Poso, Iptu Brian Teofani, ditembak mati di pegunungan Poso Pesisir, saat sedang mengevakuasi mayat terduga terorisme yang diidentifikasi bernama Urwah alias Bado.Urwah berhasil dilumpuhkan aparat sehari sebelumnya, dengan barang bukti berupa bom dan satu pucuk senjata api jenis M/60.

  23 Responses to “Kelompok Santoso Masih Berkeliaran, Operasi Camar Maleo akan Berakhir”

  1.  

    kejar terus

  2.  

    Jika masih belum tertangkap ya pastinya teror akan ada terus nih

  3.  

    Licin juga ya..

  4.  

    sepi

  5.  

    RIBUAN MENGEJAR SEORANG?

  6.  

    Haduuh pusing pala berber

  7.  

    waduh

  8.  

    waduh gawat kalo gitu

  9.  

    ngopi

  10.  

    hebat jg pak damanik smpe bisa seteliti itu, kaya intel aja, hebatnya lagi sibapak tau kalo suplai ke santoso lancar, sampe sekelas sniper12,7 mm buatan Filipina Selatan yang menewaskan anggota Gegana Polri pada tanggal 21 Oktober 2015 bisa lolos masuk…
    harapanya semoga cepat bisa diatasi agar kita bisa fokus ke hal lainya,,,negara lain sibuk membangun kita masih berkutat dipermasalahan yg tak kunjung terselesaikan,,,,

  11.  

    Yang salah siapa ?

    Ya TNI sendiri. Mengapa ?

    Operasi penumpasan teroris seharusnya tidak dipublikasikan sebelumnya. Kalau dipublikasikan maka teroris akan kabur duluan.

    Seharusnya tahu2 : Dor. Dan si teroris mati.

    Setiap kali teroris mati janganlah dipublikasikan. Potong aja kepalanya dan diawetkan. Sesudah dapat semua, barulah dipublikasikan dengan bukti kepala2 yg diawetkan itu. Judul berita “Kelompok teroris X berhasil ditumpas.” Lalu foto kepala2 tsb dipampang.

  12.  

    knp kopassus tdk diterjunkan kalau mm pemerintah serius??

  13.  

    Pesan buat dunia internasional exs kopasus tak mudah di taklukan pdhl santoso lom lulus 100% pendidikan kopasus tp perang gerilyanya mengerikan mesti kopasus lgi yg turun tangan buat hadapin santoso cs

  14.  

    taktik gerilya bs di patahkan dgn taktik sniper

  15.  

    OPM, sisa2 GAM, teroris santoso. Banyak banget yeh pengacaunya.!!!!!
    Dan sampai sekarang gak habis.
    Berharap kepada TNI

  16.  

    Mengusir komunis itu agenda wajib koalisi sekutu(british, amerika, asutralia) TDM di bantu mengusir komunis pastinye dibantu BOS BRITISH ye.!!!! Tak useh kalien sok jaguh .Hakhakhakhakhak.

    Ket Kami bisa mengusir portugal, belanda dan BRITISH bos melayu,babat komunis Fretilin, pembebasan sabah dan sarawak(meski gagal)
    Dsb.

    Di sabah juge ade PEJUANG SULU sampe sekarang, polis malaysie juga banyak di buru same pejuang sulu.

  17.  

    Baca artikelnya ber-kali2 lon, diresapi, dipahami terus di cerna pake otak….. biar pinter kalo mo komen….. dasar malon ciki ciki !!… wkwkwkwkwk…