Pesawat Tua Penghancur ISIS (2)

Bomber paling tua yang diboyong Rusia untuk menggempur basis-basis pertahanan ISIS adalah Tuploev Tu-95 “Bear” yang diperkenalkan pertama kali pada 1952.

Ketiga bomber Rusia tersebut masih didukung oleh pesawat jet tanker Ilyusin Il-78 yang produksinya dimulai pada tahun 1980-an.

Video tanker Il-78 yang mengisi ulang bahan bakar Tu-160 bisa dilihat di tautan berikut ini.

Bomber Angkatan Udara AS juga ikut berlaga di Suriah, AS mengirimkan B-1B Lancer buatan Rockwell (belakangan diakuisisi Boeing) yang produksinya dimulai pada 1983 lalu.

Sementara itu, negara-negara anggota NATO seperti Jerman dan Inggris mengirim jet tempur Panavia Tornado GR4 keluaran 1974, yang sejak 1998 lalu produksinya sudah dihentikan.

Mungkin yang menarik adalah kemunculan F-14 Tomcat milik Angkatan Udara Iran yang dalam video yang beredar sempat mengawal bomber Rusia Tu-95 pada 20 November lalu di langit Iran.

F-14 adalah pesawat tempur yang mematrikan namanya sebagai pesawat legendaris di berbagai ajang pertempuran, seperti di perang Vietnam (1975), Libanon (1976 dan 1982), Libya (1980), serta yang paling diingat adalah Perang Teluk (1990) saat terlibat dalam Operasi Badai Gurun.

F-14 Tomcat telah dipensiunkan oleh Angkatan Laut AS (US Navy) pada 2006, namun operator lain di luar AS, yaitu Angkatan udara Iran saat ini masih mengoperasikannya.

Diketahui, AU Iran melakukan beberapa modifikasi terhadap armada F-14 Tomcat-nya, seperti upgradeavionik dan persenjataan yang dibuat secara domestik, sehingga “Kucing Persia” mereka diharapkan tetap bisa dioperasikan hingga 2030 mendatang. F-14 Tomcat pertama kali dikembangkan oleh pabrikan Grumman pada dekade 70-an. (bersambung)