Turki Didesak Tarik Pasukan dari Irak

Tentara Turki
Tentara Turki

Sebanyak 900 pasukan Turki dilaporkan telah memasuki wilayah Provinsi Nineveh, Irak.

Hal tersbut dikatakan Gubernur Provinsi Nineveh, Nawfal Akub. Saat ini ratusan tentara Turki itu berada di sebuah kamp pelatihan.

Jumlah ini sangat jauh dengan pemberitaan sejumlah media yang menyatakan hanya 150 personel militer Turki yang telah dikerahkan ke provinsi Nineveh di Irak utara. Personel militer Turki ini diduga akan memberikan pelatihan untuk pejuang Peshmerga Kurdi.

“Menurut informasi yang saya terima, jumlah pasukan Turki di provinsi Nineveh tidak lebih dari 900 orang. Mereka tinggal di kamp milisi rakyat yang ada di desa Ayah, distrik Shekhan,” katanya. Akub pun mengaku akan mendiskuksi situasi ini dengan Duta Besar Turki, seperti dikutip dari laman Sputniknews.

Keberadaan pasukan Turki di Irak ini telah memicu kemarahan dari pemerintah Irak. Otoritas Irak menilai keberadaan tentara Turki di wilayah Irak sebagai pelanggaran serius kedaulatan Irak, karena hal itu belum disahkan oleh Baghdad.

Perdana Menteri Irak, Haider Abadi mendesak Ankara untuk segara menarik pasukannya, termasuk tank dan artileri dari Provinsi Nineveh. Sedangkan Presiden Irak, Fuad Masoum menyebut tindakan Turki sebagai pelanggaran hukum internasional dan mendesak Ankara untuk menahan diri dari kegiatan serupa di masa datang.

Keberadaan ratusan pasukan Turki juga mendapat kecaman dari Negara-negara Liga Arab. Liga Arab mengancam akan membawa masalah itu ke Dewan Keamanan PBB jika Turki tetap melakukan intervensi di Irak utara.

“Itu intervensi terang-terangan,” kata Sekjen Liga Arab, Nabil Elaraby, yang mengutuk penyebaran ratusan tentara pasukan Turki tersebut seperti dilaporkan Al Youm El Sabea. Menurutnya, negara-negara anggota Liga Arab sudah membuat pernyataan bersama mengutuk tindakan Turki.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Amir Abdallahan, juga mengecam tindakan Turki. Menurutnya, itu merupakan kesalahan serius dari Pemerintah Turki yang menyebar pasukan di Irak tanpa izin dari Pemerintah Irak.

Menanggapi kritik tersebut, Perdana Menteri Turki, Ahmet Davutoglu, berdalih bahwa kegiatan militer itu hanya rotasi pasukan secara rutin di sebuah kamp lebih dari setahun yang lalu untuk melatih milisi Kurdi.

Tinggalkan komentar

Most Popular

Komentar