NATO Bantu Turki, Rusia Bereaksi

Sistem Pertahanan Udara
NATO beberapa waktu lalu telah menyatakan berniat membantu memperkuat pertahanan udara militer Turki. Niatan NATO tersebut mendapat reaksi dari pemerintah Rusia.

Duta tetap Rusia untuk NATO, Alexander Grushko, mengatakan bahwa, Rusia tidak yakin niat NATO memperkuat pertahanan udara Turki akan sesuai dengan misi koalisi internasional untuk menetralisir ancaman teroris.

”Jika dengan upaya NATO dan Turki mencoba untuk membendung Rusia, ini akan menjadi kendala untuk pembentukan koalisi internasional dalam melawan terorisme,” kata Grushko, seperti dikutip dari kantor berita Itar-Tass, Selasa (8/12/2015).

Reaksi dari Rusia itu muncul setelah NATO membahas rencana pengiriman pesawat patroli dan rudal patriot ke Turki. Rencana itu disampaikan Sekjen NATO, Jens Stoltenberg, kemarin.

”NATO akan membantu sekutunya, Turki, untuk membangun kapasitas pertahanan udara,” kata Stoltenberg. Menurut Stoltenberg, Turki berada dalam situasi yang lebih sulit dibanding anggota lainnya. Pasalnya, Turki mempunyai daerah perbatasan dengan Irak dan Suriah.

”NATO akan membantu Turki untuk meningkatkan pertahanan udaranya. Militer kami sudah hadir di Turki dan di sepanjang perbatasan dengan Suriah, sebelum jet Rusia ditembak jatuh. Dan kami akan mengadopsi paket kebijakan untuk Turki sebelum Natal,” imbuh Stoltenberg.

Terkait insiden penembakan pesawat tempur Rusia oleh pesawat tempur Turki di wilayah perbatasan, NATO bersikap membela Turki karena menganggap Turki mempunyai hak untuk membela diri.