Dec 092015
 

x
Kapal induk India INS Vikramaditya, dahulunya adalah kapal penjelajah berat dan operator helikopter Uni Soviet yang bernama Baku. Pada tahun 1991 Baku akhirnya berganti nama menjadi Laksamana Gorshkov.

admiral-gorshkov-baku-carrier_4

Dilengkapi persenjataan berat di haluan dan dek pendaratan helikopter untuk operasi udara. Fasilitas penerbangannya digunakan oleh pesawat tempur Yak-38 dan helikopter angkatan laut. Setelah runtuhnya Uni Soviet, kapal penjelajah ini dinonaktifkan dan ditawarkan untuk dijual. India akhirnya membelinya dan setelah mereparasi dengan biaya miliaran dolar kapal akhirnya diterima India pada tahun 2013.(Battlemachines)

02164015 copy

Termasuk sebagai bagian dari Kapal induk Kiev class (Project 1143). Dibangun pada tahun 1970, Kiev class awalnya didesain sebagai kapal induk murni seperti yang diusulkan dalam Proyek Orel. Pada mulanya Angkatan Laut Soviet ingin supercarrier mirip dengan kapal induk Kitty Hawk class Amerika. Namun, desain Kiev class yang lebih kecil dipilih karena dianggap lebih efektif.

Tidak seperti kapal induk Amerika atau Inggris, Kiev class adalah kombinasi dari sebuah kapal penjelajah dan kapal induk. Di Angkatan Laut Soviet kapal tipe ini secara khusus mendapat sebutan sebagai kapal penjelajah penerbangan berat dan bukan sebuah kapal induk murni.

z

Kapal dirancang dengan suprastruktur di bagian kanan sementara dek penerbangan disamping dan dek didepan sebagai tempat persenjataan rudal berat. Kiev class adalah kapal perang multifungsi, dapat berperan sebagai kapal anti pesawat, anti kapal selam dan anti kapal permukaan.

baku

Baku memiliki panjang 283 m, lebar 32.6 m, lebar dek penerbangan 53 meter dan berat 43.000-45.500 metrik ton. Baku mampu melaju dengan kecepatan 32 knot, dengan daya angkut pesawat 26-30 yang terdiri dari 13 pesawat Yak-38 VSTOL (Vertical Short Take off Landing) dan 17 helikopter Ka-25, Ka-27/29 dengan kru hingga 1,200-1,600 (termasuk kru pesawat).

Baku dipersenjatai oleh :

6 peluncur ganda P-500 bazalt SSM (12 rudal)
24 × 8-cell 9K330 peluncur Tor SAM (VLS) (192 rudal)
2 meriam 100 mm
8 CIWS AK-630 30 mm
10 × 21 “tabung torpedo
2 × RBU-6000 peluncur roket anti-kapal selam
(Wikipedia)

Bagikan :

  12 Responses to “Cruiser “Baku”, Kapal Penjelajah Sekaligus Kapal Induk”

  1.  

    di indonesia namanya baku hantam

  2.  

    Mantap

  3.  

    Aya-aya wae…

  4.  

    Kaya punya indonesia nih. Hehehe tapi dalam mimpi

  5.  

    kasel 215 mbok galon

  6.  

    hehehehe…

  7.  

    …top india mah

  8.  

    Buat apa lagi kapal induk. gue cupu doktrin militer india apa ya? kayaknya negara panas nih india. perlu di kulkasin biar dingin. hadeehhhh. mau jadi negara agresor kah? atau mau apa ya?

  9.  

    Kalau kita SAAT INI blm PERLU KAPAL INDUK..manfaatin aja 17.000 pulau kita sebagai PANGKALAN UDARA KITA..ada 3 alasan kita blm PERLU KAPAL IDUK..1. Jumlah PESAWAT TEMPUR kita blm BANYAK..2. KITA PUNYA banyak pulau yg dapat kita gunakan sbg PANGKALAN UDARA dan yg ke 3. Kita bkn negara Agressor yg menyerang suatu negara dng KAPAL INDUKnnya..

  10.  

    betul tuh,pulaunya manfaatin aja jadi missile silo defensiv.simpen rudal yakhon beserta s 400 di pulau pulau indonesia.

 Leave a Reply