AS Investigasi Uji Rudal Balistik Iran

Amerika Serikat melakukan investigasi atas laporan yang menyebut Iran melakukan uji coba rudal balistik jarak menengah terbaru. Jika laporan itu benar, AS akan meminta Dewan Keamanan PBB bertindak terhadap Teheran.

Laporan itu awalnya muncul dari dua pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonim. Uji coba rudal balistik itu diduga dilakukan Iran pada Nonvember 2015. Iran hingga kini belum mengkonfirmasi laporan tersebut.

”AS sedang melakukan review serius atas insiden yang dilaporkan untuk melihat apakah kita bisa memastikan itu,” kata Duta Besar AS untuk PBB, Samantha Power, mengacu pada dugaan Iran melanggar resolusi PBB atas uji coba rudal balistik itu.

Pada 10 Oktober 2015 Iran pernah dituduh meluncurkan uji coba rudal balistik jarak menengah. AS bersama dengan Inggris, Prancis dan Jerman, sudah meminta komite sanksi Dewan Keamanan PBB untuk menyelidiki tuduhan itu.

Empat negara itu menyatakan bahwa jika Iran benar-benar melakukan uji coba rudal balistik pada Oktober lalu maka tindakan itu telah melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB yang diadopsi tahun 2010. Resolusi itu berisi larangan bagi Teheran untuk meluncurkan rudal balistik yang mampu menyediakan senjata nuklir.

Rusia sendiri ragu dan mempertanyakan tuduhan uji coba rudal oleh Teheran. ”Hal ini sangat penting bahwa resolusi Dewan Keamanan harus ditegakkan,” ujar Samantha Power, seperti dikutip Reuters, Rabu (9/12/2015).

Teheran pernah menyatakan bahwa rudal balistiknya tidak dirancang dengan kemampuan nuklir dan menegaskan tidak pernah melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.

Sindonews