Misteri Pesawat Boeing 747 Kuala Lumpur

Dua dari tiga pesawat Boeing 747 yang ‘ditinggalkan’ pemiliknya di Bandara Internasional Kuala Lumpur.

Kuala Lumpur – Pesawat terbang kembali menyita perhatian di Malaysia, setelah otorita Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) tak bisa melacak identitas pemilik tiga pesawat Boeing 747 “yang dibuang” di bandara tersebut.

Bahkan operator KLIA sudah memasang iklan di surat kabar Malaysia The Star meminta agar sang pemilik pesawat mengambil tiga pesawat jumbo tersebut.

“Jika pesawat tak diambil dalam kurun waktu 14 hari setelah pemberitahuan ini, kami berhak menjual atau membuang pesawat,” ujar iklan yang dipasang KLIA.

Zainol Mhd Isa, manajer bandara, mengatakan pihaknya sudah mencoba mencari tahu pemilik terakhir pesawat-pesawat ini.

Bukan warga Malaysia

Zainol Mhd Isa, manajer bandara mengatakan pemilik pesawat bukan warga negara Malaysia, tapi ia menolak memberikan rincian lebih jauh.

“Saya tak tahu mengapa mereka tak mengirim respon. Mungkin mereka punya alasan. Mungkin karena mereka tak punya uang untuk meneruskan kegiatan operasional,” kata Zainol, hari Selasa (08/12).

Selain meminta agar pemilik mengambil tiga pesawat ini, KLIA juga berupaya mendapatkan tunggakan uang parkir, biaya pendaratan, dan ongkos-ongkos lain.

Boeing

Tiga pesawat Boeing yang ‘dibuang’ di bandara Kuala Lumpur memiliki nomor registrasi TF-ARM, TF-ARN, dan TF-ARH.

Jika pembayaran tak diterima hingga 21 Desember 2015, KLIA akan melelang atau menjadikan tiga pesawat ini sebagai rongsokan.

Tiga pesawat yang “dibuang” tersebut memiliki nomor regristasi TF-ARM, TF-ARN, dan TF-ARH. Dua di antaranya adalah pesawat penumpang dan satu lagi adalah pesawat kargo. Dari bandara Dari KLIA ini pula, pesawat Malaysia MH370 hilang awal Maret tahun lalu dan belum ditemukan.

BBC.com