Tiga KRI Dilepas dari Armada Kapal Perang Republik Indonesia

KRI Tedong Selar-824

Bitung – Setelah KRI Viper (820), KRI Tarihu (829), KRI Boa (807), KRI Sanca (815) dan KRI Kobra (867), kini ditambah KRI Tedong Naga (819), KRI Tedong Selar (824) dan KRI Patola (869) diturunkan menjadi KAL

Bertempat di dermaga Samuel Languyu Satkamla Bitung dilaksanakan upacara Penurunan Ular-Ular dan Lencana Perang atas 3 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) untuk mengalami peralihan menjadi Kapal Angkatan Laut (KAL). Ketiga KRI yang mengalami peralihan status yakni KRI Tedong Naga-819, KRI Tedong Selar-824 dan KRI Patola-869, yang platform fiberglass. Ketiga kapal ini tidak lagi tercatat sebagai Kapal Perang Republik Indonesia.

KRI Tedong Naga (819)

Dengan kebijakan perubahan status tersebut, pimpinan TNI Angkatan Laut sudah pasti mempertimbangkan secara matang berdasarkan efisiensi dan efektifitas baik dari segi operasi maupun pemeliharaan dihadapkan dengan keterbatasan anggaran dan kondisi alutsista. Sudah selayaknya ketiga kapal itu mengakhiri masa baktinya dari susunan kekuatan satuan patroli cepat Koarmatim dan masuk ke dalam unsur patroli Lantamal VIII.

KRI Tedong Naga-819, KRI Tedong Selar-824 dan KRI Patola-869 merupakan kapal patrol cepat yang diproduksi oleh bangsa Indonesia. Kapal tersebut dirancang untuk melaksanakan tugas-tugas operasi keamanan laut terbatas. Dengan dimensi yang relatif kecil, dia dapat bermanuver dengan lincah, bahkan di alur perairan yang sempit, sehingga mudah melakukan pengejaran, pengintaian terhadap berbagai ancaman kejahatan dan pelanggaran hukum serta kedaulatan di laut.

KRI Tedong Naga (819)

Sepanjang pengabdiannya ketiga KRI tersebut telah berjasa bagi bangsa dan negara dalam melaksanakan tugas sebagai kapal patroli cepat guna melengkapi kesiapan operasi satuan kapal perang lainnya. Bahkan KRI Tedong Naga (819) pernah beradu fisik dengan KD Rencong Malaysia saat konflik di laut Ambalat tahun 2005.  Saat itu sejumlah kapal Malaysia mencoba menganggu dan memasuki laut Ambalat. Karena kesal tidak mau diusir, tapi tidak juga boleh menembak, awak KRI Tedong Naga yang sudah habis kesabarannya melakukan manuver.  Para awak kapal ini menggerakkan kapal dengan cepat dan menabrak KD Rencong yang ada di Laut Ambalat. KD Rencong mengalami robek bagian badan kapal dan akhirnya pergi menjauh meninggalkan Laut Ambalat. Aksi yang gagah berani dari para prajurit di KRI Tedong Naga 819.