Pemuda Rusia Hidup di Hutan Setelah Kabur dari Wamil

Hutan Liar Rusia

Seorang pemuda di Rusia ditemukan hidup di hutan liar Kamchatka selama sebelas tahun, setelah kabur dari unit militer saat ia menjalankan wajib militer (wamil). Dikutip dari Gazeta.ru, Selama berada di hutan liar tersebut, pemuda dari Taganrog di wilayah Rostov (954 mil di selatan Moskow) itu, bertahan hidup dengan mengumpulkan jamur, beri, dan besi tua.

Untuk mengisolasi dirinya sendiri, ia mengali lubang satu kilometer dan menutupinya dengan batang kayu serta tanah, menciptakan rumah dalam lubang. “Dari materi konstruksi yang ia temukan, ia membangun lubang sekaligus rumah. Tak ada air ataupun kamar mandi. Namun, ia punya seprai bersih, pakaian, dan berbagai benda sehari-hari,” kata Alla Ivanova, sekretaris pers Kementerian Dalam Negeri cabang lokal, pada TASS.

Vilyuchinsk bahkan mampu mencari uang dalam kondisi seperti itu. Di musim panas, ia mengumpulkan beri dan jamur dan menjualnya. Pada musim salmon, ia bekerja sebagai nelayan untuk pemburu gelap yang menguasai Sungai Kamchatka. Di musim dingin, ia mengumpulkan besi tua. Ia bahkan sempat bekerja di peternakan babi pribadi.

Vilyuchinsk kemudian ditemukan karena penduduk Radygino takut padanya dan memberitahu polisi. Pihak kepolisian yang menangkapnya terkejut menemui lelaki yang berpakaian rapi. Ia berperilaku normal, kata perwakilan Kementerian Luar Negeri. Ia menyebutkan nama aslinya dan menjelaskan apa yang ia lakukan di hutan dan bagaimana ia bertahan hidup. Investigasi tersebut membuktikan bahwa ia memang pengelana dan berkas pencariannya pada tahun 2004 ditemukan. Polisi kemudian menyerahkan materi tersebut pada departemen investigasi militer.

Sebelumnya, keluarganya di Rusia selatan dan pihak kepolisian mengira pemuda bernama Vilyuchinsk itu sudah meninggal.

Vilyuchinsk mendaftarkan diri masuk tentara pada 2003 dan dikirim dari selatan ke semenanjung terpencil Kamchatka (sekitar tujuh ribu kilometer dari moskow di timur laut Siberia). Kala itu ia masih berusia 19 tahun. Sebelum kabur dirinya sempat menjalankan separuh masa wajib militernya (satu tahun).

Di Rusia aksi tersebut digolongkan sebagai tindak kriminal, sehingga Vilyuchinsk menjadi buronan. Namun beberapa bulan setelah dinyatakan buron, polisi di wilayah Kamchatka kemudian menemukan jenazah seorang pemuda dan pencarian pun dihentikan. Jenazah tersebut lalu dikubur. Padahal, Vilyuchinsk masih hidup di hutan liar dan tak berkomunikasi dengan keluarganya, karena ia takut ditangkap oleh polisi.

Kini, satu-satunya hal yang dapat menyelamatkannya dari penjara ialah jika ia membuktikan di pengadilan bahwa ia kabur karena ‘situasi khusus’. Jika tidak, ia bisa dipenjara selama tujuh tahun. Pengembaraannya di hutan mungkin tak akan dipertimbangkan. “Ia dapat ditahan bahkan setelah sebelas tahun berlalu. Banyak kasus seperti ini, sehingga pemerintah sudah berpengalaman menanganinya,” kata perwakilan kantor kejaksaan militer umum. Ia menjelaskan bahwa kejaksaan militer harus datang ke pengadilan dan memutuskan apakah ia bersalah atau tidak, sesuai dengan situasi yang terjadi. Untuk itu, perlu ada dokumen atau membawa pemuda tersebut langsung ke pengadilan.

Tinggalkan komentar