Northrop Grumman Luncurkan Desain Pesawat Tempur Generasi Keenam

Thermal management atau cara mengelola panas yang dihasilkan modul-modul pesawat, akan menjadi faktor penting dalam kompetisi pembuatan pesawat untuk menggantikan ratusan pesawat F-22 Lockheed Martin dan Boeing F/A-18E/F super Hornets, kata eksekutif top Northrop Grumman.

Merilis sebuah konsep artistik yang disebut pesawat tempur generasi keenam, Presiden Northrop Aerospace Systems Tom Vice menyoroti kualitas yang sering diabaikan, yakni mengelola semua panas yang dihasilkan oleh senjata dan sensor harus diantisipasi pada pesawat tempur masa depan.

Konsep pesawat tempur generasi keenam Northrop terlihat bersifat siluman, sayap (swept-wing) pesawat tempur menggunakan senjata laser yang kuat untuk menghadapi berbagai sasaran.

Masalah Panas

Setiap senjata laser yang ditembakkan akan meninggalkan jejak panas di pesawat. Hal itu menghadirkan masalah yang sulit untuk pesawat tempur bersembunyi.

Ventilasi panas yang dibuat hanya akan menyebabkan pesawat telihat. Pilihan lain adalah mengembangkan akumulator termal, yang sedang dilakukan Air Force Research Laboratory dalam INVENT Program. Akumulator listrik menyimpan energi onboard dengan cara yang sama dengan akumulator hidrolik, lalu melepaskan energi laten yang diperlukan untuk menghasilkan gelombang listrik.

Konsep generasi keenam Northrop menunjukkan pesawat yang tidak berekor, kemungkinan berjenis supersonik, menjanjikan terobosan baru dalam manuver, kecepatan dan kemampuan siluman untuk pesawat tempur. Hal ini juga berangkat dari konsep pesawat tempur generasi keenam sebelumnya yang dirilis oleh Northrop dengan menampilkan modifikasi di bagian aft-mounted straight atau slightly forward swept wing.

“Menempatkan semua kualitas dalam satu paket dengan revolusi baru dalam teknologi manajemen termal merupakan tujuan Northrop Grumman untuk memenangkan US Air Force’s F-X programme dan US Navy’s FA-XX programme”, Ujar Vice.

“Pesawat B-2 membawa banyak teknologi bersama-sama dalam satu paket yang sangat unik,” katanya. “Pesawat ini sekarang akan menggabungkan banyak hal lain, dan
kemampuan mengelola thermodynamics akan menjadi kunci untuk menentukan siapa yang menang.”

Flightglobal.com