Jun 152017
 

Bandara Hang Nadim, Batam, Kepri (Abelard Fuah / commons.wikimedia.org)

Batam – Badan Pengusahaan Batam menyatakan enam investor dalam dan luar negeri siap mengikuti lelang terbuka untuk mengembangkan dan kerjasama pengelolaan Bandara Internasional Hang Nadim Batam di wilayah itu.

“Hang Nadim Batam butuh dana 448 juta dolar AS untuk pengembangan bandara. Jadi kami menggandeng investor untuk mengembangkan bandara itu. Hingga saat ini enam investor tertarik bekerjasama menggembangkan Hang Nadim,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Sarana Usaha BP Batam RC Eko Budi Santoso di Batam, dilansir ANTARA, 14/6/2017.

Enam investor yang saat ini tertarik dengan Hang Nadim adalah pengelola Incheon Airport Korea, GMR Airport, GVK, Vinci, Mitsui Jepang, dan PT Angkasa Pura 2.

Selain berbagai penunjang kegiatan industri penerbangan, kawasan Bandara Hang Nadim Batam juga akan dilengkapi fasilitas MICE, juga fasilitas pendukung pariwisata termasuk perhotelan.

“Berdasarkan rancangan pengembangan Hang Nadim akan dilengkapi kawasan pusat bisnis, pusat kesehatan, hotel, kawasan komersial, apartemen, pusat hiburan,” ujar Eko.

Untuk industri penunjang penerbangan saat ini sudah ada pusat perawatan pesawat milik Lion Air Group, selanjutnya akan dibangun fasilitas milik GMF.

“Nantinya juga dilakukan kerjasama operasional. Jadi saat ini toko-toko atau gerai-gerai di Hang Nadim tidak kontrak jangka panjang karena ke depan pemenang tender yang akan mengelola Hang Nadim,” kata Eko.

Sementara itu terminal penumpang yang kini dioperasikan dengan kapasitas lima juta penumpang per tahun juga akan dikembangkan mengingat pada 2016 jumlah penumpang sudah mencapai 6,1 juta.

Menurut rancangan awal, kapasitas terminal satu yang saat ini beroperasi akan diperluas hingga delapan juta penumpang per tahun.

Selain itu juga akan dibangun terminal dua pada sisi kiri terminal pertama dengan kapasitas hingga 10 juta penumpang tiap tahun.

“Untuk terminal kargo akan dipindah posisinya ke arah kanan. Karena lokasi terminal kargo saat ini akan digunakan untuk perluasan terminal penumpang,” kata dia.

Bandara Internasional Hang Nadim memiliki total luas lahan 1.762 hektare. Dari jumlah tersebut baru sekitar 40 persen yang dimanfaatkan.

  5 Responses to “6 Investor Tertarik Kembangkan Bandara Hang Nadim”

  1. Hang Nadim itu sekarang bandara yg lumayan sibuk jg. Biasanya kalo wisatawan domestik mau ke Singapura lewat batam dulu. Menikmati kota batam di waktu malam. Besioknya nyebrang dng Ferry ke Singapura.

    • Cukup mengherankan dengan sangat banyaknya turis datang ke Singapura. Entah apanya yang menarik di sana.

      • Mau tahu unggulnya Singapore dari Batam ?

        Di Batam nggak ada taman seindah dan seluas Marina Garden Singapore.

        Di Batam tidak punya Universal Studio, tidak punya Water Park, tidak punya Aquarium yang lebih gede dan lebih bagus daripada Sea World Ancol, tidak punya kolam renang di ketinggian lebih dari 100 meter, tidak punya Night Safari seperti Taman Safari Cisarua, tidak punya kawasan kuliner seperti Little India Singapore, tidak punya MRT, hanya ada sedikit taksi argo (yang ada taksi gelap tanpa argo), tidak punya Cassino seperti di Marina Bay Sands, tidak punya Kincir Raksasa seperti di Dufan.

        Pendek kata : Pengelolaan wisata di Batam masih kacau dan tidak terstruktur, Batam hanya punya keunggulan di Night Life saja yang penuh dengan wanita2 penghibur dengan bayaran yang lebih murah dari Singapore. Makanya turis lebih suka bermalam di Batam karena night life Batam lebih menonjol daripada Singapore.

        Kalau mau saingi Singapore, kelola wisata Batam dengan benar, penuhi dengan berbagai atraksi yang menarik.

        • Batam sbg pintu gerbang dr byk negara tetangga musti ditingkatkan segala fasilitas dan keunggulan. Daerah yg dulunya dikelola otorita saat ini sdh mjd daerah administratif biasa. Mental birokrasi msh terasa. Kalau mau maju harus dipegang pengendali yg dominan dan kapable. Singapor n malay maju krn hal itu, juga aturan yg jelas dan konsisten.
          Ayo riau kepri jgn mau tertinggal, kamu punya potensi besar u menyaingi negeri tetangga.

  2. Yg paling mendesak FIR pak! Kita yg py wilayah tapi mebayar jasa kpd Singapura, dmn kedaulatannya? :cd: :cd:

 Leave a Reply