Sep 242018
 

“Latihan Kaptensi bertujuan untuk menciptakan Capten Pilot (Penerbang I) yang bertanggung jawab penuh terhadap keberhasilan misi dengan aman, lancar dan selamat”, jelas Letkol Pnb A. Kholiq Yulianto.

Bogor, Jakartagreater.com  –  “Latihan Kaptensi dan Konversi mempunyai arti yang sangat penting karena latihan ini merupakan suatu upaya untuk meningkatkan profesionalisme prajurit khususnya bagi seorang Penerbang di lingkungan TNI Angkatan Udara, dalam rangka mendukung tugas TNI Angkatan Udara”.

Hal tersebut disampaikan oleh Komandan Skadron Udara 6 Lanud Atang Sendjaja, Letkol Pnb A. Kholiq Yulianto, ketika membuka latihan Kaptensi dan Konversi pesawat NAS-332 Super Puma yang diikuti oleh 6 orang penerbang Skadron Udara 6 Lanud Atang Sendjaja. Pembukaan latihan ditandai dengan penyematan tanda peserta, ada Jumat 21-8-2018  bertempat di lapang apel Skadron Udara 6.

“Latihan Kaptensi bertujuan untuk menciptakan Capten Pilot (Penerbang I) yang bertanggung jawab penuh terhadap keberhasilan misi dengan aman, lancar dan selamat”, jelas Letkol Pnb A. Kholiq Yulianto. “Sedangkan latihan Konversi, lanjutnya, adalah untuk mencetak co-pilot (Penerbang II) yang memeiliki tugas membantu Captain Pilot dalam suatu penerbangan”.

Lebih lanjut Danskadron Udara 6 mengingatkan para siswa agar terus berlatih dan tidak pernah berhenti berupaya untuk mengembangkan diri sehingga mampu menghadapi tantangan tugas dengan berbagai dinamika yang terjadi, karena hal tersebut akan menimbulkan keyakinan diri berdasarkan bekal kemampuan yang dimiliki.

Latihan Kaptensi diikuti oleh 3 orang Penerbang Skadron Udara 6 Lanud Atang Sendjaja, yaitu :

  1.  Lettu Pnb Surya Mega.
  2. Lettu Pnb Eddo M. Angkasa.
  3. Lettu Pnb M. Tito Dwi Prakoso.

Sedangkan latihan Konversi diikuti oleh 3 orang penerbang Skadron Udara 6 Lanud Atang Sendjaja, yaitu :

  1. Letda Pnb Dwipa.
  2. Letda Pnb Wahyu Eko Prasetyo.
  3. Letda Pnb M. Ridwan Ramadhan.

(tni-au.mil.id)

Bagikan:

 Leave a Reply