Pertempuran Sengit di Yaman 15 Warga Sipil Tewas

Persekutuan Arab terus melakukan serangan udara di Yaman

Baku tembak artileri sengit dan ledakan mengguncang beberapa provinsi di Yaman Selatan saat pertempuran antara anggota kelompok Syiah Al-Houthi dan tentara Pemerintah Yaman, dukungan Arab Saudi, berlangsung selama beberapa jam.

Pertempuran tersebut berkecamuk sebelum berlakunya gencatan senjata yang diusulkan, kata beberapa pejabat militer.

Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi, yang diakui masyarakat internasional, memberitahu PBB dan komando koalisi pimpinan Arab Saudi bahwa ia berencana mengumumkan pada 15 Desember gencatan senjata kemanusiaan tujuh-hari yang diperpanjang, berbarengan dengan pembicaraan perdamaian yang difasilitasi PBB di Swiss.

Hadi menyatakan gencatan senjata kemanusiaan tersebut akan diperpanjang jika anggota Al-Houthi dan sekutu mereka mencabut pengepungan terhadap Taiz, kota terbesar ketiga di Yaman, membebaskan tahanan dan mengakhiri aksi militer.

Menurut pejabat lokal Yaman, kedua pihak yang berperang akan menghentikan pertempuran pada tengah malam waktu setempat (04.00 WIB), tapi pertempuran sengit yang berkecamuk telah membuat banyak orang bertanya-tanya apakah gencatan senjata itu akan mengalami nasib yang sama seperti gencatan senjata pada Juli, yang gagal berlaku.

Pada Senin pagi, pasukan pro-Al-Houthi menembakkan serangkaian roket yang ditujukan ke perbatasan Arab Saudi dan barak pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi di dekat Selat Bab Al-Mandeb di Laut Merah, kata saluran televisi yang berafiliasi pada Al-Houthi, Al-Masirah.

Koalisi pimpinan Arab Saudi pada Senin secara resmi mengumumkan, “Komandan Pasukan Khusus Arab Saudi di Yaman Kolonel Abdullah As-Sehyan, bersama seorang perwira Uni Emirat Arab, gugur selama ikut dalam pertempuran yang membebaskan Provinsi Taiz.”

“Setelah terbunuhnya Komandan Pasukan Khusus Arab Saudi oleh satu rudal yang ditembakkan oleh anggota Al-Houthi, sulit untuk menyaksikan gencatan senjata Yaman berlangsung malam ini,” kata Najeeb Ahmed, ahli politik yang berpusat di Aden, Selasa (15/12/2015).

“Sayangnya, perkembangan militer dan peningkatan yang berlangsung di lapangan tak memperlihatkan dorongan serius ke arah pembicaraan perdamaian,” tambah Najeeb.

Pesawat tempur koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan sejumlah serangan udara terhadap posisi yang dikuasai anggota Al-Houthi di berbagai daerah di Provinsi Taiz. Sementara itu bentrokan sengit berlanjut antara anggota Al-Houthi dan kelompok yang setia kepada pemerintah, kata beberapa sumber militer yang tak ingin disebutkan jati dirinya.

Seorang warga di Taiz mengatakan melalui telepon, “Ribuan orang di kota yang terkepung itu berharap pembicaraan perdamaian setidaknya akan menghasilkan pencabutan blokade oleh semua pihak yang berperang sebelum makin banyak warga sipil tewas akibat kelaparan dan kekurangan perawatan medis.” Sementara itu, beberapa orang tewas dan beberapa orang lagi cedera selama pertempuran sengit antara petempur pro-pemerintah yang dikerahkan untuk mendesak anggota Al-Houthi ke luar Kota Damit di Provinsi Adh-Dhalea di bagian selatan negeri tersebut.

Pada Senin, Utusan Khusus PBB untuk Yaman Ismail Ould Cheikh Ahmed mengumumkan ia berencana mengadakan serangkaian pembicaraan perdamaian di Swiss pada 15 Desember antar-kalangan pihak yang berperang di Yaman. Tujuannya ialah mewujudkan gencatan senjata di negara yang dicabik perang tersebut.