Musisi Bela Negara

Aksi para musisi saat pengambilan gambar untuk video klip album bela negara

Para penyanyi rock, seperti Renny Djayusman, Boim Seuriues, Sylvia Saartje, Candil, Bangkit Sanjaya, Roy Jeconiah, Trison Roxx, Amiroez, Hans Grass Rock, Mel Shandy, Ita Purnamasari, dan Berry Saint Loco terlibat dalam pembuatan mini album Indonesia Kita.

Ada empat lagu dalam mini album itu, yaitu “Bela Negara/Indonesia Kita”, “Nusantara 1”, “Kita adalah Satu”, dan “Indonesiaku”. Beberapa musikus terlibat dalam album ini, seperti Dewa Budjana, Yuke Semeru, Ikmal Tobing, Rere Reza, Edi Kemput, Damon Koeswoyo, dan Gideon Tengker.

Renny mengungkapkan, lagu berjudul “Bela Negara/Indonesia Kita” akan segera dirilis bertepatan dengan Hari Bela Negara pada 19 Desember 2015 di Monumen Nasional. Lagu tersebut akan menjadi single andalan dalam mini album itu.

“Saya mengajak beberapa musikus yang mau terlibat. Mereka sangat antusias dalam membuat album ini. Lagu ‘Bela Negara/Indonesia Kita’ merupakan ciptaan Jelly Tobing,” kata Renny selaku Ketua Umum Indonesia Kita (I.Ki) di Jakarta, baru-baru ini.

Mereka telah melakukan proses syuting single itu di Pasukan Perdamaian Tentara Nasional Indonesia, Sentul, Bogor. Mereka juga melaksanakan syuting di halaman Kementerian Pertahanan, Jakarta. “Syuting berlangsung selama dua hari di Sentul dan Jakarta. Proses syuting berjalan lancar,” ucapnya.

Para musikus pun telah bertemu Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu. Bahkan, mereka memperkenalkan lagu “Bela Negara/Indonesia Kita” dan “ASAP”.

Selama hampir dua bulan mereka membuat album tersebut. Edi Kemput mendapatkan kesempatan untuk mengaransemen single tersebut. Saat ini, pembuatan album ini telah selesai. “Semua lagu telah selesai. Kami bergerak cepat agar mini album ini selesai serta dapat dirilis pada Hari Bela Negara,” ujar Renny.

Berry Saint Loco terlibat dalam lagu “Bela Negara/Indonesia Kita” dan “Indonesiaku”. Ia mengungkapkan kebanggaan dapat ikut dalam album ini. “Bertemu dengan para musikus senior, saya senang sekali,” kata Berry.

Menurut Jelly Tobing, lagu ini terinspirasi dengan “We Are World” karya Stevie Wonder yang membangkitkan semangat warga negara Amerika Serikat untuk membantu kelaparan di Afrika.

Lagu berjudul “Nusantara 1” merupakan karya Tony Koeswoyo. Lagu ini sukses dibawakan Koes Bersaudara. Putra Tony Koeswoyo, Damon Koeswoyo, mengaransemen lagu itu dengan mencampurkan musik pop modern serta keroncong. Beberapa penyanyi yang terlibat, seperti Fierza Tuffa, Riffy Putri, Irang Arkad, Boim Seurieus, dan Hans Grass Rock.

Lagu berjudul “Kita adalah Satu” karya Sylvia Sartje melibatkan gitaris legendaris Gideon Tengker. Lagu berirama blues ini menceritakan persatuan bangsa Indonesia.

Sementara itu, lagu berjudul “Indonesiaku” yang merupakan karya Irish Riswoyo melibatkan Ivanka Slank, Rere Reza Grass Rock, Edi Daromi, dan John Paul Ivan.

Chief Operation Officer Digiwave Productions, Ricky Sutjipto, mengungkapkan pembuatan album ini untuk menyukseskan program bela negara yang dicanangkan pemerintah. “Lagu bela negara ini atas dasar penguatan kesadaran dan komitmen seluruh elemen bangsa, termasuk para artis dan musisi bahwa bela negara lebih dikaitkan pada pembangunan karakter dan mental, selain juga untuk membangkitkan rasa nasionalisme yang kian pudar,” kata Ricky.