Pesawat Rusia Terbang di Atas Turki

Rusia melakukan penerbangan pengamatan di atas wilayah Turki pada 14-18 Desember 2015, di bawah kerangka Perjanjian Open Skies, ujar para pejabat Turki yang mengatakannya kepada Hurriyet Daily News.

Penerbangan ini ditunda pada bulan Oktober lalu, atas permintaan Ankara di tengah serangkaian pelanggaran wilayah udara Turki oleh pesawat-pesawat tempur Rusia. Hubungan antara Ankara dan Moskow berada di tingkat palling buruk sejak akhir Perang Dingin, setelah ditembak jatuhnya pesawat Rusia oleh Turki di perbatasan Turki-Suriah pada 24 November 2015, atas tuduhan pelanggaran wilayah udara.

“Sebagai bagian dari pelaksanaan perjanjian internasional Open Skies Internasional, sekelompok inspektur Rusia berencana melakukan penerbangan pengintaian melalui pesawat Rusia An-30B di atas wilayah Republik Turki,” ujar Kepala Pusat Pengurangan Risiko Nukllir Rusia, Sergey Ryzhkov, kepada kantor berita TASS.

Penerbangan pengamatan akan dilakukan dari sebuah lapangan udara di provinsi timur Turki,Erzurum, dan akan menempuh jarak terbang maksimum 1.500 kilometer di sepanjang rute yang disepakati, kata Ryzhkov.

Pesawat Turki akan mengontrol penggunaan peralatan pengawasan dan pengamatan, sesuai dengan ketentuan perjanjian, tambahnya.

Penerbangan berlangsung dalam kerangka Perjanjian 1992 tentang Open Skies dari Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama Eropa (OSCE).

Hurriyetdailynews.com