Menhan Indonesia-Jepang Akan Bertemu di Tokyo

Pesawat Amfibi ShinMaywa Jepang (@robin)

Tokyo – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi akan bertemu Menteri Pertahanan dan Menteri Luar Negeri Jepang di Tokyo hari ini. Pertemuan ini akan membahas sejumlah isu strategis, di antaranya tentang kerja sama alutsista kedua negara.

Pertemuan bertajuk 2+2 Meeting dihelat di The New Otani Hotel, Akasaka, Tokyo, Kamis (17/12/2015). Pertemuan akan dibuka dengan makan siang keempat menteri pukul 13.15-14.15 waktu setempat. Dilanjutkan pertemuan resmi 14.30-16.00 waktu setempat dan ditutup dengan jumpa pers pukul 16.05-16.35 waktu setempat. Semua kegiatan digelar di The New Otani Hotel.

Menteri Luar Negeri Retno dan Menteri Pertahanan Ryamizard telah mendarat di Jepang pagi ini. Sejumlah staf KBRI juga terlihat sibuk di hotel sejak pagi untuk mempersiapkan segala keperluan kedua menteri.

Media Jepang menaruh perhatian besar untuk pertemuan ini. The Japan Times menulis artikel khusus soal pertemuan ini, dengan sorotan soal kerja sama militer yang bisa dijalin kedua negara.

Soal kerja sama bidang militer sepertinya memang menjadi titik tekan pertemuan ini. Kerja sama ini di antaranya soal kemungkinan Indonesia membeli alutsista dari Jepang. Menhan Ryamizard bahkan dijadwalkan mengunjungi pabrik pesawat ShinMaywa Industries Ltd untuk melihat pesawat amfibi US-2 yang bisa digunakan untuk misi penyelamatan di laut. Di awal tahun ini, Menhan Ryamizard memang pernah menyatakan membutuhkan pesawat amfibi untuk memperkuat sektor maritim.

Kerja sama militer Indonesia-Jepang dimungkinkan setelah negeri matahari terbit ini merevisi Undang-Undang Keamanan Nasional. Revisi tersebut membuat perubahan besar terkait penggunaan kekuatan militer Jepang, di antaranya memungkinkan Jepang untuk mentransfer teknologi militer ke negara lain.

Terkait dengan transfer teknologi militer tersebut, Jepang juga membuka kesempatan untuk terlibat dalam upaya menjaga perdamaian di Laut China Selatan. Jepang bahkan juga membuka peluang untuk membantu Pemerintah mengamankan wilayah laut Pulau Natuna, yang berpotensi terseret konflik Laut China Selatan.

Detik.com