Kisah Sang Proklamator Dengan Kucing-kucing Diktatornya

Ada cerita dari sang proklamator kemerdekaan Indonesia, Mohammad Hatta, yang ternyata juga sangat menyayangi kucing peliharaanya.

Beberapa cerita tentang Hatta dan kucing kucingnya datang kala wakil presiden pertama Indoensia itu mengalami pengasingan. Ketika ia di Penjara Glodok, seekor kucing entah darimana dan siapa yang punya, selalu datang menghampiri tempat Bung Hatta. Akhirnya kucing ini pun ia pelihara, setiap kali datang selalu dibelai dan diberi makan.

Ceritanya dengan kucing tak habis sampai situ. Waktu di Boven Digul, Bung Hatta memelihara seekor anak kucing dan anjing. Si kucing ia beri namanya Hitam dan Si anjing ia namai Juli. Sama seperti kucing dan anjing lain yang ada di Boven Digul, kucing dan anjing peliharaanya ini terlihat akur dan tak pernah berkelahi.

Waktu diasingkan ke Banda Naira, Hatta memelihara banyak kucing. “Oom Kaca Mata memelihara beberapa ekor kucing berwarna harimau di rumah barunya. Beliau memang seorang penyayang kucing. Semua kucing peliharaannya adalah kucing jantan,” kata Des Alwi dalam Bersama Hatta, Sjahrir, dr. Tjipto & Iwa R. Sumantri di Banda Naira.

Tapi ada yang tak biasa dari kucing kucing peliharaan sebelumnya. Gemas membaca ulasan berita politik luar negeri yang terus kian bergejolak, Hatta menamai kucing-kucingnya dengan nama nama diktator yang dibencinya: Hitler, Mussolini, dan Franco. Penamaan kucing kucing ini memang ia sesuaikan, misalnya kucing yang kulitnya mirip macan ia beri nama Hitler, sedangkan kucingnya yang putih belang-belang hitam ia beri nama Tito. Kala kucingnya yangbernama Hitler kabur dan tak kembali, Bung Hatta memelihara kucing lain yang ia beri nama Turki.

Di rumahnya di Jakarta, Hatta memelihara banyak kucing. Kucing kesayangan Bung Hatta bernama Jonkheer, nama yang ia ambil dari sebuah gelar bangsawan pada masyarakat Belanda. Di Vilanya di Megamendung, Hatta mempunyai ikan kesayangan yang bernama Si Rabun, seekor ikan mas yang panjangnya mencapai 50 cm.

“Dalam hal ketertiban ini Ayah memandang Jonkheer sebagai kucing yang tahu berdisiplin,” kata Gemala. Bila sedang keluar rumah, Jonkheer menunggunya Hatta kembali ke rumah. Seolah ia tahu jadwal kegiatan Hatta; kapan mandi atau ke ruang perpustakaan. Waktu Hatta sakit, ia tidak suka makan dan mengeong-ngeong di muka kamar seakan ikut merasakan sakit tuannya.

Hatta sanagat memperhatikan kucing-kucing peliharaaanya. Mulai dari memberi makan hingga merawatnya. Adil pun ia terapkan kepada kucing kucingnya, tak ada porsi makan yang berbeda. Ia akan menjentik kucing besar yang rakus dan berusaha menghabiskan porsi makanan kawannya.

“Ayah senantiasa memberi contoh pada kami dalam mencintai binatang,” kata Gemala Rabi’ah Hatta, anak kedua Hatta, dalam Pribadi Manusia Hatta.