Lindungi Bendungan Mosul Dari ISIS, Italia Kirim Pasukan

Perdana Menteri Italia, Matteo Renzi, mengumumkan bahwa negaranya akan mengirim 450 tentara untuk mempertahankan bendungan Mosul yang strategis di Irak, yang terletak di dekat kota yang diduduki kaum militan Negara Islam atau ISIS,

Bendungan di sungai Tigris itu, yang dibangun sebuah konsorsium Jerman-Italia tahun 1980 dan di mana perusahaan Italia, Trevi, masih punya kepentingan, merupakan sumber air dan listrik penting bagi Mosul, kota terbesar di Irak utara.

“Desakan (untuk melindungi bendungan itu) dilakukan sebuah perusahaan Italia … dan kami akan mengirimkan 450 orang kami untuk membantu dalam melindunginya bersama orang-orang Amerika,” kata Perdana Menteri itu di televisi nasional Italia pada Selasa (15/12/2015).

Mosul, kota terbesar kedua Irak, telah diduduki militan ISIS sejak Juni 2014. Pasukan Kurdi, yang didukung serangan udara AS, merebut kembali bendungan itu dari ISIS pada Agustus 2014.

Bendungan tersebut, yang menyediakan air dan sumber energi bagi lebih dari satu juta orang, “berada di jantung zona berbahaya, di perbatasan dengan ISIS. Bendungan itu rusak parah dan berisiko runtuh,” kata Renzi. Jika bendungan hancur akibat pertempuran, air dari bendungan itu dapat menimbulkan banjir besar di Mosul dan Baghdad, yang terletak sekitar 400 kilometer di selatan bendungan itu. Perusahaan konstruksi dan energi Italia, Trevi, telah mendapatkan kontrak senilai 2 miliar dollar AS untuk merawat bendungan tersebut. Sejauh ini situasi keamanan terlalu genting tidak memungkinkan bagi siapa pun untuk mulai bekerja.

 

 

Sumber: AFP