Semakin Ganas, ISIS Ciptakan Rudal untuk Menembak Jatuh Jet

Ilustrasi

Aktivis di Suriah mengklaim ada pembelot Barat yang bekerja untuk ISIS, punya pengalaman di bidang teknik telah berhasil berhasil menciptakan senjata penghancur baru yang mampu menembak jatuh pesawat jet.

Seperti diwartakan situs mirror.co.uk, seorang Insinyur Rwanda Tahir, Omar dari Czechnya, serta seorang lagi mantan perwira militer Rusia, dikatakan sangat berperan dalam penciptaan senjata buatan ISIS itu.

Perkembangan ini memiliki implikasi yang menakutkan, ISIS mengklaim bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat jet komersial Rusia yang jatuh di Sinai menewaskan semua 224 orang di dalamnya pada tanggal 31 Oktober.

Kelompok aktivis Raqqa mengatakan kelompok teror ingin melakukan serangan teroris yang lebih canggih di Perancis, Amerika dan Rusia.

Mereka mengaku melihat sebuah truk militer terlihat membawa rudal darat ke udara besar, yang diluncurkan di Raqqa, ibu kota Negara Islam de facto. ISIS dilaporkan juga telah memasang radar di kota untuk memperingatkan adanya serangan udara masuk.

Sumber RIBSS (Raqqa Is Being Silently Slaughtered) menambahkan bahwa sistem ini dikembangkan dalam lokakarya senjata Irak, dan kemudian dipindahkan ke kota Raqqa untuk dihubungkannya dengan sistem radar di sana.

Sementara itu, Mesir mengatakan hari ini tidak menemukan bukti bahwa terorisme atau tindakan ilegal lainnya terkait dengan kecelakaan penerbangan Metrojet Rusia.

Rusia dan pemerintah Barat menyatakan A321 Airbus jatuh akibat bom, dan kelompok militan Negara Islam mengatakan telah diselundupkan bahan peledak di dalam kabin pesawat.

Tapi pelayanan penerbangan sipil Mesir mengatakan telah menyelesaikan laporan awal pada kecelakaan tersebut dan mengatakan sejauh tidak menemukan bukti dari tindak pidana.

“Komite investigasi teknis sejauh ini tidak menemukan apa-apa yang menunjukkan intervensi ilegal atau tindakan teroris,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.