Dec 202015
 

105_1

Fregat pertama dari jenis PKR-105 mengusung nomor lambung 331 (photo : ivan flanker)

Konstruksi kapal fregat pertama TNI AL dari jenis PKR-105 yang berasal dari desain Damen Schelde (DSNS) Sigma 10514 telah hampir selesai dibuat di galangan kapal PT PAL Surabaya. Di galangan ini PT PAL membuat dua fregat pesanan Kementerian Pertahanan untuk memperkuat armada kombatan TNI AL.

Kontrak kapal fregat pertama ditanda-tangani pada 5 Juni 2012, kapal akan diselesaikan dalam jangka waktu 49 bulan. Proses first steel-cutting di PT PAL baru dilakukan pada 15 Januari 2014, namun PT PAL akan menyelesaikan kapal ini pada Januari tahun 2017.

Kontrak kapal fregat kedua ditanda-tangani pada 14 Februari 2013 namun proses seremoni first-steel cutting dilakukan di PT PAL pada 17 September 2014. PT PAL akan menyelesaikan kapal fregat kedua ini pada bulan Oktober 2017, sehingga kedua kapal ini akan selesai pada tahun 2017.

105_3
Badan kapal bagian belakang (photo : carganico)

Kapal PKR 105 memiliki spesifikasi panjang 105.11 meter, lebar 14.02 meter, tinggi 3,7 meter, berat 2.365 ton, kecepatan 28/18/15 knot dan jarak jelajah 5000 NM. Fregat ini dapat membawa helikopter dengan berat 10 ton dan membawa dua RHIB. Kapal didesain untuk mampu melakukan anti serangan permukaan, anti serangan udara, anti serangan bawah air, dan anti serangan elektronika.

Setelah kapal ini selesai di dok kering, kapal akan diluncurkan dan pengerjaan kapal akan dipindahkan ke dok basah meliputi pekerjaan elektrikal kapal dan detail interior. Kapal ini selanjutnya akan dilakukan integrasi sistem elektronika, pemindaian dan persenjataan, kemudian dilanjutkan dengan uji laut.

105_4
Bagian bridge/komando dan kontrol kapal (photo : carganico)

Kapal yang sebuahnya bernilai 220 juta dolar AS (belum termasuk persenjataan) ini dibiayai kredit eksport dengan alokasi multiyears.

Dalam proses joint production, engineer dari PT PAL juga sudah belajar secara teknis di DSNS sejak rencana pembuatan kapal ini dimulai pada 2011 lalu.

Pembangunan kapal fregat ini, dibagi dalam enam modul (bagian), empat modul diantaranya dibuat di PT PAL, sedangkan dua modul yang terdiri dari permesinan dan anjungan kapal dibangun di Belanda. Dua modul dari Balanda dibawa dan dirakit di PT PAL, untuk dijadikan satu dengan empat modul lainnya.

105_2
Baling-baling kapal (photo : antifamous)

Kapal fregat pertama dari jenis PKR-105 ini rencananya akan memakai nomor lambung 331 dengan nama KRI Martadinata. Nomor lambung yang sama pernah digunakan untuk KRI Martha Kristina Tiyahahu ex Tribal class (Type 81) yaitu fregat 2.700 ton ex Royal Navy yang dibeli pada tahun 1984. Nama Martadinata juga pernah dipakai TNI AL untuk fregat ex US Navy kelas Claud Jones dengan berat 1.970 ton yang pernah dibeli pada tahun 1974.

Rencananya TNI AL akan membuat enam fregat kelas PKR-105 ini, dua dibangun melalui kontrak dengan Damen Schelde melalui joint production dengan PT PAL, sedangkan empat lainnya direncanakan dibangun sepenuhnya di PT PAL dengan supervisi dari Damen Schelde.

Keenam fregat baru ini akan menggantikan enam fregat kelas Van Speijk ex Royal Netherlands Navy yang dibeli pada tahun 1986. Keenam fregat kelas Van Speijk dengan berat 2.850 ton memang sudah terlalu tua untuk dioperasikan karena telah berdinas di Royal Netherlands Navy sejak tahun 1965 meskipun telah menjalani beberapa kali perpanjangan usia pakai.

Defencestudies

Bagikan Artikel:

  39 Responses to “Fregat PKR 10514 Hampir Rampung (2)”

  1. Pertamax lagi

  2. Tp bnran tdk tu harganyauS $220 juta

    Tiap biji ataw berapa??? Mahal amat kalao tiap biji.

  3. Program pak SBY…

  4. Semakin bnyak alutsista yg dproduksi didalam negeri maka akan mkin baik jg kondƬsi keamanan dan perekonomian suatu negara! Negara damai, rakyat makmur dan sejahtera! NKRI harga mati! šŸ˜®

  5. Masih tergolong light fregat jika beratnya cuma 2.365 ton..Formadible dan Gowind class tetangga beratnya 3100 ton kategori fregat sepenuhnya

    • bung RT, fregat kita kan buat personel TNI, jadi cukuplah dgn 2.365 ton, srdangkan selah sono kan buat angkut beruk gendut, seharusnya di atas 3100, salam

      • harus dengan berut gendut ya bung

        xixixixixixix

        ….

        pokoknya metode TNI menjadikan Malon dan singaporno mengubah taktik dan mengikuti TNI untuk plagiat

        dengan ikutan memesan KCR-KCR

        hanya jiwa pelaut dan kenyang maritim yang sanggup mengoperasikan jenis kapal perang apapun

        so kl buat besar dan gahar untuk nakutin tikus , bisa tengok scorpen milik semenanjung

        lagi latihan nyelem tuh

    • Tenang bung…yg dibuat d spanyol blum nongol…abis yg PKR 105…akan hadir PKR 125 yg asli indonesia…electronic indonesia..radar indonesia…rudal indonesia…
      Itu yg resmi ya…
      Kalo yg hoax mah banyak…wkwkwk

    • Jaman sekarang fregat atau destroyer bukan dilihat dari ukuran dan tonagenya, ukrannya adalah perswnjaan yg bisa digotongnya, jaman dulu fregat harus besar krn persenjataan lebih besar dan butuh crew banyak utk mengoperasikannya, tapi jaman makin modern persenjataan kecil tapi lebih menghancurkan dengan crew sedikit krn sdh electronik semua, spt hp jaman dulu makin canggih dan komplit maka hp nya harus besar, tapi sekarang hp kecil dan slim tapi lebih cangkih dan makin mudah dibawa bawa.

    • itu masuk kelas korvet bos, bkn fregate beneran aslinya itu/bisa jg disebut light frigate

  6. 6 sigma ini untuk mnggantikan pregat tua..brarti jmlh ttp sgtu..hrs ada penambahan jmlah kaprang..ya minimal 10 biji

  7. tambah lagi dong yg baru jgn buat penggantian yg tua saja..mngkn pembangunan yg 4 sisanya sepenuhnya di pt pal desainnya jg mngkn ada yg berubah..dipanjangin jd 120 m

  8. harapannya 4 modul yang sekarang dikerjakan oleh pt pal diberikan ke galangan swasta. dan pt pal konsentrasi sebagai lead integrator dan pembuatan modul mesin dan bridge-nya. jadi jumlah yang banyak minimal 4~6 unit bisa dicapai dalam jangka waktu 2 tahun saja.

    • Setuju bung @alugoro, utk mempercepat produksi, harusnya Pal hanya sebagai lead interator dan uji sistem saja, semua modul diserahkan ke galangan swasta.dengan demikian Satu fregat/LPD paling lama 6 bulan bisa selesai.

  9. Kalo bisa Tank boat nya pesan yg bnyk,taroh dipulau2 kecil buat jaga2,lo ada kapal musuh keroyok dari segala penjuru…,mudah2an didengar oleh Kemenhan…

  10. Sekedar saran klo bisa peluncur vls ditambah dari 12 menjadi 18 utk mengatasi multi ancaman sea skimming missile, ditambah towwed array sonar Captas utk mempertajam pengamatan ancaman kasel

    • Heran…tanggung amat ya bung, kenapa ga sekalian 16 spt pd bung tomo class?

      Tapi mmg bgt filosofinya kapal korvet, didesain beroperasi hingga perairan zee dg perlindungan sam/shorad yang terbatas (bukan u/ operasi expeditionari yang jauh), dg asumsi sewaktu-waktu ada ancaman serangan pespur, masih bisa dilindungi oleh pespur kawan.

      Coba kita lihat korvet visby, milgem,gowind, k-130 dll, jumlah sam/shorad-nya maksimal 16 (kecuali yang pake RAM)

    • budget (Ā¬?Ā¬)

  11. Manykoss..sip Lanjutkan & Tingkatkan

  12. sedikit demi sedikit ilmunya sudah kita kuasai…
    kalau ilmu sudah di tangan mau buat berapa aja tinggal buat.. mau yg panjang pendek kecil besar tinggal tunggu perintah.. cm lebih kreatif dlm update teknologi.. dan di sesueikan dg kebutuhan.. kalau masa kritis dan kepepet bisa aja buat kapal 100 unit dlm setahun.. kalau masa damai gini ya buang yg tua2 ganti yg baru2 .. lebih irit dan sesuei dg tupok nya..
    pt.pal sukses selalu

  13. kipas bersisik… dg mesin dan besar yg sama tp kecepatan dan daya dorong lebih kuat.. hasil kreatifitas pak tentara ..

  14. Mantap ternyata no.lambung loncat ke nomor yg lebih kecil krn sudah persiapan utk pensiunnya Ahmad Yani class yg sudah aktif 3 dekade lebih
    Harga 220jt dollar masih akal semoga kedepan biaya produksinya lebih bisa ditekan krn sudah diproduksi oleh PT.PAL sendiri dan saya setuju dengan Koment bung @Alugoro diatas kedepan alangkah baiknya PT.PAL bisa lebih sebagai lead integrator dan membagi beban proyek kepada galangan2 kapal dalam negeri lain baik BUMN ato swasta sehingga membuka juga lapangan kerja di daerah lain selain di PT.PAL dan waktu penyelesainya juga bisa lebih cepat contoh KCR-40/60 mending dipegang oleh BUMN galangan kapal Yg lain selain PT.PAL agar galangan2 lain juga dpet income dan juga krn Proyek PT.PAL juga sudah banyak dan padat selain utk militer juga harus mengerjakan pesenan kapal sipil juga masih ditambah Proyek Kapal selam Changbogo juga intinya bagi2 proyek gitu toh sama2 BUMN juga

  15. Alhamdulillah ….mengagumkan…..
    Sekarang tinggal persenjataan nya saja ….
    Kira kira apa bisa dikombinadikan dengan missil Dan rocket dari Russia ….
    Apa compatible dengan sistem NATO…? Soal bam! Dan urutan nomer …Jangan lupakan nama KRI yang sudah tidak ada ….dipakai lagi …agar mereka tidak dilupakan ….sekaligus tantangan untuk bisa menambah armada fregat ,destroyer Dan korvet yang la8n …

  16. KLEWAANG… apaaa kabaaareee KLEWAAANG……

    Kangen pisannn euyyy…. ada yang tau kabarnyaaa???? pliiisssss….

  17. 26 Sigma untuk menggantikan 26 Corvette

    6 Frigate tua akan digantikan oleh Talwar

    pada artikel terdahulu kalau tidak salah TNI AL ingin mengganti secara bertahap semua Corvette menjadi Light Frigate dan mengganti semua Frigate menjadi Full Frigate dan Destroyer, sehingga saya meramalkan :

    5 Battle Cruiser
    16 Destroyer
    32 Frigate
    64 Light Frigate dan Corvette (ngarep.com)

    …. kikikikih ….

  18. LEAD INTEGRATOR = PENERPADU UTAMA

    tubi tukinyut

  19. moga lancar djaya….

  20. setahu MEGA KARTI skema pembuatannya adalah :

    2 Sigma pertama seluruhnya dibuat di BELANDA dan bersifat GHAIB untuk sementara ini

    4 Sigma selanjutnya dibuat dengan skema ToT (namun orang menganggap ini adalah Sigma pertama padahal sebenarnya Sigma ketiga)

    jadi berbeda dengan tulisan di artikel ini yang menyebutkan :

    “2 Sigma pertama dengan skema ToT dan 4 Sigma selanjutnya dengan skema 100% PT PAL di bawah Supervisi DSNS”

    dan menurut MEGA KARTI ini bagian dari DISINFORMASI

    logikanya adalah ToT akan didapat untuk unit yang kesekian, bukan unit pertama. Unit pertama biasanya dibeli utuh contohnya pembelian KS Changbogo dari Korea Selatan

    Indonesia membeli 6 KS Changbogo (5 unit dibuat di Korea dan 1 unit di buat di Indonesia)

    dari 5 unit yang dibuat di Korea Selatan sebanyak 3 unit pertama dibuat langsung oleh DSME dan 2 unit selanjutnya dibuat oleh DSME dengan paket ToT disaksikan para perekayasa dan tenaga ahli PT PAL

    Jadi PT PAL akan membuat KS yang ke-6 sementara dalam berita resmi dikatakan PT PAL akan membuat KS yang ke-3

    kalau salah ya mohon maaf … kikikikih ….

  21. Setuju Bude Mega Karti ,,, ? Semoga spt itu ya ,,,

 Leave a Reply