Dec 212015
 

1

2

3

Pada tahun 2015 ini, sudah dua kali pesawat TNI AU mengalami kecelakaan saat melakukan manuver di udara. 15 Maret 2015, 2 pesawat KT-1 Wong Bee mengalami kecelakaan saat berlatih melakukan manuver di udara, sehari jelang Langkawi Airshow di Malaysia. Kedua pesawat yang datang dari arah berlawanan, tabrakan, saat hendak melakukan manuver yang rumit.

 

Minggu, 20/12/2015, pesawat latih T-50i Golden Eagle jatuh di Yogyakarta, saat melakukan akrobatik di Gebyar Dirgantara 2015. Penyebab pasti kecelakaan di Yogyakarta ini belum diketahui. Kita juga akan melihat kebijakan TNI AU ke depan. Akankah mereka membatasi manuver jet tempur saat melakukan atraksi di udara ?.

Dua pesawat buatan Korea Selatan, KT-1 Wong Bee dan T-50i telah kandas ke tanah, saat pilot TNI AU melakukan atraksi. Sudah waktunya mereview teknik akrobatik maupun kualitas pesawat Korea Selatan ini, agar tidak terulang di kemudian hari.

Photo : Defence.pk

  15 Responses to “Review Atraksi Jet Tempur TNI AU”

  1.  

    Rip

  2.  

    Mabes TNI Gelar Pameran Alutsista TNI di Cilangkap
    Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) menggelar Pameran Alutsista TNI di Lapangan Apel Gedung B-3 Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur. Pameran tersebut digelar memeriahkan pelaksanaan Rapat Pimpinan Tentara Nasional Indonesia (Rapim TNI) tahun 2016, yang berlangsung selama tiga hari (16 – 18 Desember 2015).
    Rapim TNI 2016 yang dibuka secara resmi oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada Rabu, 16 Desember 2015, mengangkat tema “Meningkatkan Loyalitas, Moralitas dan Integritas Sebagai Landasan Dalam Mewujudkan TNI Yang Kuat, Hebat, Profesional dan Dicintai Rakyat”, diikuti 182 peserta terdiri dari 4 Pimpinan TNI, 52 pejabat Mabes TNI, 49 pejabat Mabes TNI AD, 39 pejabat TNI AL, 25 pejabat TNI AU serta 13 orang peninjau.
    Pada hari kedua pelaksanaan Pameran Alutsista TNI, para Guru dan ratusan Siswa/Siswi SMA 105 Jakarta Timur berkesempatan mengunjungi dan melihat dari dekat berbagai jenis peralatan TNI produksi anak bangsa yang digelar di Lapangan Apel Gedung B-3 Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (17/12/2015).
    “Saya sangat antusias terkait digelarnya pameran ini, karena dapat membangkitkan nilai-nilai patriotisme dan rasa bangga terhadap TNI. Kami semua berharap apabila TNI menyelenggarakan setiap event atau pameran alutsista agar dapat mensosialisasikan secara luas kepada seluruh masyarakat Indonesia, terutama para siswa/siswi agar lebih mengenal dari dekat tentang TNI,” ujar Anita, seorang guru SMA 105 Jakarta Timur.
    Hal senada juga dituturkan Ani. Ia datang bersama-sama siswa/siswi lainnya ke Mabes TNI Cilangkap, khusus untuk melihat berbagai jenis senjata TNI. “Saya baru pertama kali melihat secara langsung dan dari jarak dekat berbagai macam jenis peralatan TNI. Saya salut dan bangga dengan TNI,” katanya.
    Pameran Alutsista dalam rangka Rapim TNI 2016, diikuti 38 Stand Pameran, baik dari instansi TNI dan Mitra TNI diantaranya : Balitbang Kemhan RI, menampilkan Alkom, Nubisi Granat Mortir 60 mm, Model Pesawat Terbang FX/KFX, model Roket 120 mm bermunisi 105 mm dan Kapal Selam Mini, Robotik Bawah Air. Dislitbang TNI AD, menampilkan Senjata Laser Gun, Dopper, Gutting, Multi Rotor, Penjernih Air, Sleeping Bag Apung dan Kendaraan Ampibi. Dislitbang TNI AL, menampilkan Baju Selam, Miniature Tank APC, GPS Jammer, Prototype Senjata Serbu Bawah Air, Miniature Swamp Boat dan Rubber Lifting Ballon, Jaket Pelampung, dan Step Up Generator serta AUV, Kendaraan Labinlek dan Labinsen. Dislitbang TNI AU, menampilkan Tester MSCADC Pesawat F-5 E/F, Multi Radio Altimeter Indicator Pesawat F-5, F-16 dan Hawk MK-53, Miniature Helibasket, Blast Effect Bomb Anti Personel, Miniature Air Tep, Modulator Cross Field Amplifier (CFA-1) Radar Thomson, PUO Freefall Camar Biru, Foldin Fin Roket 70 mm, Active Getter Cross Dield (CFA-1) Radar Thomson, Power Supply Cross Field Amplifier (CFA-1) Radar Thomson, Helm dan Rompi Anti Peluru, Smart Bomb, VDR (Modifikasi VCR), Bomb Practice P-50, Bomb BT-125, Target Drone, Low Cost 200,300 dan 500 kg, RF Jammer.
    Lapan, menampilkan Satelit A2, Roket FX-3, Miniatur LSU (Pesawat Tanpa Awak). PT Pindad (Persero), menampilkan Senjata SS1-V1, SS1-V2, SS1-V5, SS2-V2, SS1-V2, SS2-V2, SS2-V2 HB, SS2-V4 HB, SS2-V5, SS2-V1+SPG1, SS2-V1+SPG1A-V4, SSx-V1 Kal 7,62 mm, SSz-V2 ka, 7,62 mm, PM2-V1, PM2-V2, PM2-GO, G2-Combat, G2-Elite, SPR2 Kal 12,7 mm, SPR3 Kal 7,6 mm, SM2-V1, SM2-V2; Pesawat Mortir Mo-1, Pesawat Mortir Mo-2, Pesawat Mortir Mo-3, Munisi Dummy dan Maket Munisi, Kendaraan Anoa Amphibious dan Kendaraan Anoa APC. PT DI (Persero), menampilkan Model Pesawat CN-295 dan CN-235, NC-212-400, NBELL-412 EEP, Model Helikopter EC-725 Cogar. PT LEN, menampilkan Radio Manpack, Enkriptor, CMS. (TGR/PTNI)

  3.  

    korea mending konsen buat semartpon aja, jangan aneh2 bikin pespur, lha yg beli juga gak mikir, maklum belinya jaman presiden melow sih

  4.  

    Gebyar Dirgantara harus tetap diadakan tahun berikutnya, antusias warga begitu besar menyambut event dirgantara yang jarang diadakan, ikut berduka cita kepada Letkol Penerbang Marda Sarjono dan Mayor Penerbang Dwi Cahyadi “Selamat jalan Pahlawan”

    menjadi catatan pada pelaksanaan Gebyar Dirgantara :
    1. Pesawat yang jatuh T50I Golden Eagle ketika sebelum melakukan atraksi, line cross larangan bagi warga mendekati pesawat seharusnya lebih diperhatikan.
    2. Jumlah warga yang memenuhi areal pameran seharusnya dibatasi
    3. menjadi perhatian pesawat yang berumur baru 2 tahun terjadi engine failure seharusnya pihak Korea Aerospace Industries Ltd bertanggung jawab sebagai produsen pesawat

  5.  

    ANALISA PRIBADI,

    1.pada 10 DETIK SEBELUM PESAWAT JATUH T 50 TIDAK MENDENGAR GEMERUH SUARA ENGINE ( kemungkinan Engine failure” hanya analisa pribadi “)

    2. pada gerakan rolling pertama pesawat menukik kebawah karena kehilangan daya dorong (engine failure).

    3. pilot & copil bisa bail out(eject) pada detik2 tersebut, tp sang pilot & copil memutuskan berusaha untuk menyelamatkan pesawat / aset negara, dgn cara merecovery pesawat dgn mengaktifkan “BATERY RECOVERY” tp sayang karena ketinggian sudah terlalu rendah pesawat menghantam gedung di lokasi tersebut.

    4.batery recovery ( ini adalah kelebihan dari T 50 apabila pesawat mengalami engine failure, batery ini akan men support engine dan memberikan daya dorong selama 15 menit)

    kisah nyata kejadian ini sudah pernah dilakukan oleh alm letkol marda S pada saat Home Flight dari halim ke iswahjudi (setelah acara serah terima T 50 dari KAI korean ke Kemhan) pesawat mengalami engine failure diatas kota cirebon kemudian sang pilot memutuskan mamakai battery recovery tersebut dan karena heading pesawat ke arah timur pilot melaksanakan emergency landing dan peswat shut down ditengah runway di lanud A Yani Semarang ( Lanud Terdekat) dan beliau telah menyelamat kan peswat tersebut.

    Saya yakin beliau2 akan memberikan yang terbaik untuk bangsa ini dan “Mereka adalah Pilot Terbaik”.

    “SELAMAT JALAN COMMANDER SEMANGATMU AKAN SELALU DI HATI KAMI” terimakasih atas bimbinganmu , SELAMAT JALAN PAHLAWAN.

    Tentara Langit pahlawan hati,
    Pengabdian tiada henti.

    Jayalah NKRI !!!!

    ini hanya analisa pribadi kami

  6.  

    T50i sering engine failure ? kualitas mesin buatan boeing berarti di ragukan,seharusnya dulu beli yak-130 yg banyak jangan beli mainan tamiya dari korea,lu tau kualitas mobil korea ? lu tau t**or/k*a sephia atau hyund**i yang sering rewel dan mati sendiri kalau gak dirawat kek bayi,ya kualitas t50i seperti itu,wkwkwkwkkk

    •  

      Ya jangan disamakan dengan teknologi 90 an bung, masih banyak faktor yang menyebabkan engine failure. Korea pasti dirugikan dengan insiden ini dan semestinya bertanggung jawab. Lagian ini bukan pure korean tech, masih banyak insinyur Lockheed yang merancang pesawat ini dibalik layar

  7.  

    Meski ada insiden, saya harap tni gak kapok untuk mengadakan airshow lagi untuk menghibur masyarakat

  8.  

    Terima kasih bela sungkawa nya, bung..

  9.  

    sedih sekaligus berduka, apakah kegiatan aerobatik ini perlu peninjauan ulang, seakan2 tak berhenti musibah menerpa TNI AU alutsista bukan lah barang murah beserta para pilotnya tapi bila tidak dipikir2 matang maka kedepan akan terjadi lagi? saya heran mengapa T50 ini di cet dgn dua macam kamo utk aerobatik dan latih, seperti yg kita ketahui kita ini kekurangan pesawat tapi kog malah seperti hebat dgn mencet utk aerobatik, ide siapakah ini? kita perlu pesawat ini utk berlatih dan berlatih bukan utk pertunjukan kehebatan, bila indonesia sudah mempunyai alutsista bejibun saya sbg masyarakat tidak akan protes tapi kita kekurangan alutsista bapak2 jenderal mohon di tinjau ulang utk kegiatan airshow khusus TNI AU, imho

  10.  

    Pahami fungsi matra masing2. Slogan Kodam AD: (lebih baik berdarah dlm latihan daripada berdarah-darah dalam pertempuran) jangan dipakai di matra udara. Bisa latihan atraksi, rakyat yg berdarah-darah. Belilah simulator F16V Lockheed Martin.

  11.  

    makanya pake aptur jangan LPG3Kg oplosan. Businya bocor tuh.
    Saringan hawa kotor.
    Pilotnya metromini sindrom. Kernet lupa eject juga.? Saya kan ahli pesawat joncit.

 Leave a Reply