Des 212015
 

southsudan1

Sejumlah pakar dalam panel PBB menyatakan bahwa pemasok senjata militer yang dimiliki oleh pemerintah China memasok berbagai senjata kepada pemerintah Sudan Selatan senilai lebih dari US$20 juta atau sekitar Rp273 miliar tahun lalu, hanya beberapa bulan sebelum terjadi konflik mematikan di negara itu.

Melansir Al-Arabiya, laporan para pakar  menyatakan bahwa China North Industries Corp., yang juga dikenal dengan nama Norinco, menjual 100 peluncur rudal anti-tank, 1.200 rudal, sekitar 2.400 peluncur granat, hampir 10 ribu senapan otomatis, serta 24 juta peluru dari berbagai jenis kepada pemerintah Sudan Selatan.

southsudan3

Laporan tersebut juga mengungkapkan militer Sudan Selatan memperoleh empat helikopter tempur sejak awal konflik. Meski demikian, belum diketahui pemasok helikopter tersebut, dan bagaimana pemerintah Sudan Selatan mendapatkannya. Sebelum konflik meletus, pemerintah Sudan Selatan tidak memiliki helikopter tempur. Dewan Keamanan PBB saat ini sedang mempertimbangkan sebuah rancangan resolusi dari Amerika Serikat yang akan memberlakukan embargo senjata di Sudan Selatan jika pemerintah negara itu yang tidak menandatangani kesepakatan damai.

An armed man, left, walks as displaced people who fled the recent fighting between government and rebel forces in Bor by boat across the White Nile, prepare to sleep in the open at night in the town of Awerial, South Sudan Wednesday, Jan. 1, 2014. The international Red Cross said Wednesday that the road from Bor to the nearby Awerial area "is lined with thousands of people" waiting for boats so they could cross the Nile River and that the gathering of displaced is "is the largest single identified concentration of displaced people in the country so far". (AP Photo/Ben Curtis)

Berdasarkan rancangan resolusi embargo dari AS di DK PBB yang diberitakan Reuters, tertulis bahwa embargo tidak akan dijatuhkan jika sebelum 6 September perjanjian damai telah ditandatangani kedua pihak serta diberlakukannya gencatan senjata setelah konflik selama 20 bulan. Perang saudara di Sudan Selatan terjadi sejak Desember 2013 saat krisis politik menyebabkan perseteruan antara para pendukung Kiir dan pemberontak yang memihak mantan wakil presiden Riek Machar.

In this photo taken Wednesday, Dec. 18, 2013 and released by the United Nations Mission in South Sudan (UNMISS), civilians fleeing violence seek refuge at the UNMISS compound in Bor, capital of Jonglei state, in South Sudan. Less than three years after its creation, the world's newest country is beginning to fracture along ethnic lines in violence that has killed hundreds of people and what could come next, some warn, is ethnic cleansing. (AP Photo/UNMISS, Hailemichael Gebrekrstos)

Konflik politik ini berujung pada perang antar etnis, antara suku Dinka pendukung Kiir dengan etnis Nuer yang merupakan loyalis Machar. Diperkirakan sekitar 50 ribu orang tewas dalam konflik ini dan lebih dari 1,8 juta warga mengungsi.

 

Sumber: CNN Indonesia/berbagai sumber

Bagikan:
 Posted by on Desember 21, 2015