Korea Selatan Siap Membantu Investigasi Kecelakaan T-50i Indonesia

Pemerintah Korea Selatan dan Korea Aerospace Industries (KAI) siap bekerjasama mendukung Pemerintah Indonesia. KAI mengatakan mereka akan mengirimkan pejabat ke lokasi jatuhnya pesawat T-50i dan melakukan investigasi untuk mencari penyebab kecelakaan jika pemerintah Indonesia memintanya.

Seorang pejabat KAI menduga bahwa penyebabnya mungkin bisa dari cacat pesawat, masalah pemeliharaan atau kesalahan manusia.

T-50 Golden Eagle adalah jet latih supersonik pertama buatan Korea Selatan yang dikembangkan oleh KAI, dengan dukungan teknis dari perusahaan pertahanan AS Lockheed Martin. Pada 2013, 16 T-50i telah diekspor ke Indonesia, dan delapan pesawat latih ini telah digunakan sebagai pesawat aerobatik udara.

Industri pertahanan Korea akan merespon dengan cepat dan hati-hati pada insiden kecelakaan ini, insiden ini dikhawatirkan bisa meiliki efek negatif bagi kontrak pengadaan pesawat latih TX untuk Angkatan Udara AS.

Angkatan Udara AS mengumumkan tahun lalu bahwa mereka akan membeli 350 pesawat jet latih dua kursi melalui program TX untuk menggantikan pesawat latih Northrop T-38 Talon.

Presiden Park pernah menyatakan kemungkinan ekspor jet latih T-50 TX ke AS bisa semakin meningkatkan hubungan antara kedua negara dan potensi pemasukan devisa 7,3 triliun won bisa menghasilkan efek gelombang perekonomian yang menguntungkan Korea Selatan.

Koreajoongangdaily