Rencana Reformasi, Junta Militer Thailand Akan Serahkan Kekuasaan Pada Tahun 2017

Perdana Menteri Thailand dan pemimpin junta Prayuth Chan-ocha menyampaikan pidato akhir tahun, Rabu Malam, dengan menegaskan kembali bahwa junta akan menyerahkan kekuasaan pada 2017 dan mereka tengah memasuki tahap kedua rencana reformasi.

Berhasil menggulingkan pemerintahan terpilih pada 2014, Junta atau Dewan Nasional untuk Perdamaian dan Ketertiban mengakhiri unjuk rasa kelompok kelas menengah dan elit yang ingin menyingkirkan pemerintahan sipil PM Yingluck Shinawatra di Bangkok.

Pasca peristiwa tersebut Junta sibuk merancang konstitusi baru dan reformasi yang dirancang untuk membatasi kekuasaan partai-partai politik dan menetralisir pihak-pihak yang setia pada mantan PM Thaksin Shinawatra (saudara lelaki Yingluck yang digulingkan pada 2006-red).

Junta berulangkali menunda rencana pemilu, dan mengklaim bahwa negara masih belum cukup stabil untuk menggelar pemilu. Prayuth mengatakan junta tetap pada rencananya untuk menyerahkan kekuasaan pada 2017.

“Kami mempunyai satu tahun dan enam bulan yang tersisa mulai Januari 2016 hingga Juli 2017 dan pemerintah akan meletakkan dasar-dasar bagi hal-hal yang tidak dilakukannya dan jika tidak bisa menyelesaikannya, mereka akan dimasukkan dalam rencana reformasi,” katanya dalam pidato yang disiarkan di televisi setempat.

“Kita memasuki fase kedua sekarang.”