Militer Irak Tendang ISIS dari Ramadi

Pasukan kontraterorisme Irak menjadi inti pasukan pemukul ISIS di Ramadi. (REUTERS/Carolyn Kaster)

Pasukan Irak kian jauh masuk ke jantung distrik terakhir yang dikuasai ISIS di Kota Ramadi, ujar juru bicara tentara Irak. Target militer Irak adalah menduduki kembali Ramadi yang jatuh ke tangan ISIS pada Mei 2015, dan ini akan menjadi salah satu kemenangan paling penting yang dicapai pasukan Irak sejak ISIS menguasai sepertiga wilayah Irak pada 2014.

Serdadu-serdadu Irak bergerak maju pada malam hari di daerah Hoz yang menjadi tempat pemerintahan berada, yang sudah menjadi sasaran sejak Selasa lalu, kata juru bicara operasi gabungan Brigadir Yahya Rasool.

“Pasukan kontraterorisme berada 800 meter dari kompleks pemerintah itu atau maju sekitar 1 km dari sehari sebelumnya,” kata Rasool. “Serangan udara membantu meledakkan bahan-bahan peledak dan rumah-rumah ranjau sehingga memuluskan gerak maju kami.”

Ramadi adalah ibu kota provinsi yang jauhnya dua jam berkendara dari Baghdad. Sebagian besar warga sipil di distrik kota yang dikuasai ISIS itu berlindung di rumah sakit karena mengetahui pasukan Irak tidak akan menyerang rumah sakit, kata Rasool.

Kota ini merupakan ibu kota Provinsi Anbar yang mayoritas penduduknya Sunni. Pemerintah Irak berjanji menyerahkan kekuasaan kepada polisi setempat dan pasukan suku Sunni begitu mereka menguasai Ramadi.

Ramadi menjadi hadiah terbesar ISIS pada 2015 setelah ditinggalkan pasukan Irak Mei silam karena kemunduran besar dialami Baghdad dan pasukan Irak yang dilatih AS sejak jatuhnya Saddam Hussein pada 2003.

Setelah Ramadi, pasukan Irak mengincar Mosul, kota terbesar yang dikuasai ISIS. Sebelum perang, Mosul dihuni sekitar dua juta penduduk.

“Pembebasan Mosul tercinta akan dicapai atas kerja sama dan persatuan seluruh komponen Irak setelah kemenangan di Ramadi,” kata Perdana Menteri Haider al-Abadi.

Antara