Israel Tembak Mati Dua Warga Palestina

Yerusalem – Pasukan Israel menembak mati dua warga Palestina yang melakukan serangan dalam dua insiden terpisah di Yerusalem dan Tepi Barat. Kedua insiden ini menunjukkan aksi kekerasan yang terjadi selama tiga bulan terakhir belum juga mereda.

Sejak awal Oktober, pasukan Israel atau warga sipil bersenjata telah menewaskan setidaknya 128 warga Palestina. Menurut pihak Israel 79 diantaranya adalah pelaku penyerangan. Sementara sisanya tewas dalam bentrokan dengan pasukan keamanan Israel.

Aksi penusukan, penabrakan dan penembakan yang hampir setiap hari dilakukan warga Palestina telah menewaskan 20 warga Israel dan satu warga AS.

Aksi ini memicu kekhawatiran akan terjadi peningkatan ketegangan yang lebih luas, satu dekade setelah terjadi aksi perlawanan warga Palestina.

Dalam insiden Sabtu (26/12), militer Israel megnatakan seorang warga Palestina menabrakkan mobilnya ke arah tentara Israel yang berada di satu pos pemeriksaan Tepi Barat.

“Pasukan pun bereaksi atas bahaya tersebut dan menembak ke arah pelaku,” kata militer Israel yang menambahkan, satu tentara luka dan telah dilarikan ke rumah sakit.

Departemen Kesehatan Palestina mengatakan warga Palestina berusia 56 tahun itu tewas ketika dibawa ke rumah sakit. Pihak Palestina meragukan versi militer Israel atas insiden tersebut.

Saksi, Jamid Dawoud mengatakan, dia mengendarai mobil di belakang kendaraan pria yang ditembak di pos penjagaan itu. Menurutnya tentara Israel memeriksa kendaraan tersebut dan melepas tembakan setelah terjadi kesalahpahaman.

“Ada tiga tentara. Satu memberi tanda kepada pengemudi itu untuk maju, satu tentara di pinggir jalan dan ketika dia terjaduh ketika berjalan mundur. Tentara kedua melepas tembakan, empat peluru ke arah pengemudi. Setelah itu mereka mencoba memberi pertolongan pertama,” kata Dawoud.

Beberapa jam sebelumnya polisi Israel menembak mati seorang warga Palestina yang mencoba menusuk seorang polisi di dekat kota Tua Yerusalem.

Juru bicara militer Israel menyatakan, petugas mendekati seorang pria yang menurut mereka mengikuti pejiarah Yahudi, dan meminta KTP.

“Teroris itu mengeluarkan pisau dan mencoba menusuk seorang polisi. Dia dengan segera ditembak dan dilumpuhkan,” kata Luba Samri. Insiden ini terekam oleh satu kamera keamanan.

Peningkatan kekerasan dipicu oleh rasa frustrasi warga Palestina terhadap pendudukan selama 48 tahun atas wilayah Palestina dan juga perluasan permukiman Yahudi di wilayah yang direbut Israel dalam perang Timur Tengah 1967.

Para pemimpin Palestina megatakan satu generasi muda merasa tidak memiliki masa depan akibat hidup di bawah pembatasan keamanan Israel dan juga perekonomian yang mandek.

Perundingan damai yang ditengahi oleh AS terhenti pada April 2014. Kekerasan juga dipicu kemarahan warga Muslim terkait peningkatan kunjungan warga Israel ke kompleks masjid al Aqsa.

Para pemimpin Israel mengatakan kelompok-kelompok Islamis yang menginginkan penghancuran Israel memainkan peran besar memicu kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini.

CNN Indonesia