Teknologi Militer AS Yang Bisa Menghilang di Udara

UAV Project, DARPA (photo by Spc. James B. Smith Jr., U.S. Army)

Badan Pertahanan Militer Amerika Serikat (AS) terus melakukan inovasi dengan meluncurkan teknologi baru untuk membantu distribusi peralatan di medan perang dengan mudah. Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) meluncurkan sebuah perangkat kecil yang berbentuk seperti drone dan ditugaskan untuk mengantarkan barang langsung kepada sang penerima. Sesaat setelah tugas selesai,drone ini langsung menghilang ke udara tipis dan akan hilang tanpa jejak, seolah terbakar.

DARPA yang merupakan cabang Departemen Pertahanan AS mengembangkan sebuah teknologi baru yang berguna untuk militer Amerika Serikat. DARPA mengembangkan program Vanishing Programmable Resources (VAPR) yang memiliki sistem elektronik kecil dengan tugas untuk merusak diri sendiri atau self destruct setelah tugas yang diberikan kepada perangkat ini rampung.

Dengan sistem merusak diri tersebut, tentu saja sangat berfungsi di berbagai macam situasi. DARPA mengatakan bahwa teknologi canggih yang kerap digunakan di medan perang kemungkinan besar akan tertinggal dan bisa dicuri oleh tentara lawan atau masyarakat sekitar sehingga peralatan tersebut bisa digunakan oleh orang yang tidak berwenang dan bisa merugikan Amerika Serikat. Hal tersebut tentu bisa menimbulkan ancaman untuk lingkungan jika nantinya berkarat atau membusuk. Dengan teknologi tersebut, tentu saja DARPA bisa mengurangi kemungkinan untuk merusak lingkungan dan mencegah peralatan tersebut tertinggal di medan perang.

Para pengembang teknologi VAPR ini sudah menggunakan beberapa bahan yang akan menghilang ke udara setelah tugasnya selesai. Semua bahan, termasuk panel polimer kecil akan hilang dan berubah dari padat menjadi gas. Para peneliti di DARPA ini menggunakan material kaca yang tertanam di dalam elektronik yang nantinya akan hancur menjadi partikel-partikel kecil.

Proyek teknologi VAPR ini membuat DARPA memiliki kemungkinan untuk membuat perangkat teknologi yang jauh lebih besar dengan struktur yang lebih kuat dan tentu saja memakai bahan-bahan yang jauh lebih banyak. DARPA memiliki program bernama Inbound, Controlled, Air-Releasable, Unrecoverable System(ICARUS) yang digunakan untuk mengembangkan teknologi di bidang militer.

Program ICARUS ini diambil dari mitologi Yunani yang berhubungan dengan dunia teknologi. DARPA tentu mengharapkan jika program ICARUS ini bisa menghasilkan teknologi yang bisa mendukung dunia militer AS. Proyek VARP menjadi teknologi yang dihasilkan dari program ICARUS ini.

Perangkat VARP ini akan menuju ke area yang dituju untuk mendistribusikan barang, seperti makanan, air, hingga vaksin yang bisa menjangkau daerah terpencil di dunia dan juga bisa digunakan di daerah yang memiliki cuaca ekstrim. VARP ini juga bisa digunakan untuk mengangkut pasokan ke daerah yang terkena bencana alam.

Tentu saja cukup mudah, pasalnya VARP akan langsung hilang ketika memasuki udara setelah tugasnya selesai. Teknologi VARP ini bisa memudahkan untuk mendistribusikan barang tanpa harus kerepotan untuk mengumpulkan kendaraan yang digunakan dan tidak perlu lagi menjatuhkan barang logistik untuk daerah bencana dengan menggunakan pesawat.

Jangan berharap perangkat VARP ini bisa didapatkan dengan mudah. Drone pengiriman ini hanya dimiliki oleh Departemen Militer AS. DARPA VARP ini hanya akan keluar dalam keadaan yang benar-benar dibutuhkan ketika bencana alam hingga kebutuhan logistik di medan perang.

Sumber: livescience.com