Revolusi Pendaratan Pesawat Udara

Helikopter Dengan Kaki Fleksibel. Gambar : bbci.co.uk

Terinspirasi kaki serangga, Divisi khusus pengembangan peralatan tempur masa depan dari Departemen Pertahanan Amerika (DARPA). Telah mengembangkan dan terus menguji coba helikopter yang mampu mendarat disegala medan. Termasuk medan dengan kontur permukaan yang tidak rata seperti tebing, di punggung gunung, dan sebagainya. Teknologi militer yang dikembangkan di Georgia Institute of Technology (Georgia Tech) di Atalanta ini memiliki 4 kaki dengan sendi-sendir feksibel yang mampu mendeteksi tinggi-rendah dan ketidakrataan permukaan bidang pendaratan.

Kaki-kaki ini juga dilengkapi dengan sensor canggih force-sensitive contact sensors atau sensor-sensor yang peka terhadap kontak benturan atas suatu objek. Sensor tersebut ditanamkan pada setiap kaki fleksibel helikopter. Sensor ini berguna untuk mendeterminasi sudut dan posisi pendaratan yang tepat. Empat kaki mekanikal ini juga bertujuan mengamankan posisi pilot untuk dapat lepas landas secepat mungkin disaat emergency. Pada saat mendarat, kaki insekta mekanik ini akan menstabilkan helikopter.

Helikopter Dengan Kaki Fleksibel. gambar : amazonaws.com

Ashish Bagai, Program Manajer DARPA memberikan pernyataan; “Peralatan ini telah sukses didemonstrasikan dalam hal kapabilitas mendaratnya serta saat lepas landas dari tanah. Walau masih mustahil mengoperasikannya dengan posisi gigi dalam pendaratan standar,”

Sendi-sendi yang terdapat pada kaki, bahkan mampu meredam benturan jika terjadi hard landing bahkancrush landing. Sangat penting untuk mengurangi kerusakan. DARPA berjanji melakukan ekspansi yang lebih maju untuk mengembang kaki insekta mekanikal ini untuk tujuan militer dan non militer. Teknologi ini bisa diaplikasikan di medan bencana alam, gempa, banjir, gunung meletus, kebakaran, serta situasi ekstrim yang memaksa helikopter mendarat di tempat seperti apa pun secepat mungkin. Proses dropping personel militer pun dapat dilakukan diam-diam di balik bukit dalam operasi milter. Dengan teknologi ini, helikopter atau drone masa depan, dapat mendarat di medan ekstrim seperti apa pun.