Rusia Berikan Turki Sanksi Tambahan

Presiden Rusia, Vladimir Putin
Rusia menjatuhkan sanksi tambahan kepada Turki atas penembakan pesawat temput Su-24 Rusia oleh pesawat tempur F-16 Turki.

Hal itu disampaikan Deputi Perdana Menteri Rusia, Arkady Dvorkovich. Sanksi ekonomi tambahan yang dijatuhkan Moskow terhadap Ankara mulai berlaku pada 1 Januari 2016. Sanksi tambahan itu termasuk larangan kerja warga Turki oleh pengusaha Rusia, larangan impor makanan pada kategori produk tertentu, serta larangan pesawat carter untuk dua rute negara.

Dekrit berisi sanksi tambahan tersebut telah ditandatangani Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada Senin (28/12/2015).

”Akan ada tindakan lebih lanjut, yang akan diumumkan kemudian, perdana menteri telah mengumumkannya di pertemuan (pemerintah),” kata Dvorkovich kepada stasiun televisi Rossiya-24.

namun menurut Dvorkovich, Pemerintah Rusia tidak mengatur sepenuhnya soal penghentian kerjasama Rusia dengan Turki.

Hubungan Moskow dengan Ankara memburuk setelah pesawat tempur Su-24 Rusia ditembakk jatuh oleh pesawat tempur F-16 Turki pada 24 November 2015 di perbatasan Suriah-Turki. Ankara menuduh, pesawat Rusia melanggar wilayah udaranya, namun tuduhan itu disangkal Kremlin.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyebut Turki telah menusuk Rusia dari belakang dan menganggap rezim Turki sebagai kaki tangan teroris.

Ketegangan tersebut juga memicu perubahan langkah kedua negara tak terkecuali kerjasama dibidang ekonomi.