Perjalanan Kapal Karadeniz Powership Zeynep Sultan

Kapal Karadeniz Powership Zeynep Sultan

Amurang – Kapal Pembangkit Listrik atau Marine Vessel Power Plant (MVPP) Karadeniz Powership Zeynep Sultan yang disewa PT PLN dari Turki telah tiba di PLTU Amurang, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.

Kapal pembangkit Zeynep Sultan menjadi jawaban dan bentuk perhatian dari pemerintah untuk mengatasi permasalahan kondisi kekurangan pasokan daya listrik yang sejak beberapa tahun lalu menjadi kendala utama yang dikeluhkan masyarakat Sulawesi Utara.

Untuk mengoperasikan kapal pembangkit Zeynep Sultan 120 MW ini, masih dibutuhkan waktu untuk penyesuaian baik dari sisi Karpower maupun di sisi transmisi milik PLN. Diperkirakan butuh waktu antara 1-2 minggu sebelum pembangkit ini benar-benar beroperasi.

Pelayaran yang mendebarkan

Bagi Kapten M Luthfi mengemudikan kapal Kapal Karadeniz Powership Zeynep Sultan menjadi sebuah pengalaman yang tidak tak terlupakan. Kapal pembangkit listrik ini cukup besar dengan bobot tinggi, sehingga untuk mengemudikannya cukup sulit.

“Untuk kapal pembangkit ini memiliki tingkat kesulitan tersendiri dibandingkan dengan kapal lainnya,” ujar Maritime Advisor Kapten M Luthfi.

Kapal Karadeniz Powership Zeynep Sultan harus mengambil jarak yang cukup jauh, untuk berbelok karena bebannya yang cukup berat.

Begitu pula untuk kecepatannya hanya 8,5 knot sampai dengan 9 knot. Kecepatannya tidak bisa lebih, karena kalau terlalu cepat nantinya bisa berpengaruh kepada alat-alat di pembangkit.

Selama perjalanan selepas dari Tanjung Priok sampai dengan Amurang badai dengan gelombang 4-5 meter selalu mengiringi dalam perjalanan, dengan awan cumulonimbus yang membawa angin dan hujan. Namun demikian karena panjang kapal 165 meter, ombak tidak terlalu membuat kapal goyang.

“Ketika depan kapal terkena ombak, belum selesai ombak melewati kapal, sudah ada ombak lainnya. Sehingga tidak terlalu bergoyang,” tutur pria yang sudah 16 tahun menjadi nahkoda. Kru kapal yang berjumlah 24 orang seluruhnya telah memiliki sertifikat internasional, untuk melayarkan kapal.

Manado.tribunnews.com

Tinggalkan komentar