Kelompok Bersenjata Din Minimi Menyerahkan Diri

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso turun langsung dalam proses negosiasi dengan Nurdin bin Ismail Amat Alias Nurdin Abu Minimi atau Din Minimi di tempat persembunyiannya di Aceh. Sutiyoso juga mengaku tak segan untuk menginap di rumah Din Minimi, pimpinan kelompok bersenjata sempalan GAM ini.

“Kita ketemu dekat basis mereka (Din Minimi) di satu tempat yang mereka rahasiakan. Saya negosisasi, kita lanjutkan ke rumah Din Minimi, saya tidur dengan mereka,” ujar Sutiyoso saat dihubungi merdeka.com, Selasa (29/12).

Berikut kronologi detik-detik penyerahan diri Din Minimi dan kelompoknya.

1. Pada 28 Desember 2015 jam 19.30 WIB, tim penjemput yang menggunakan beberapa unit mobil diantaranya jenis Pajero Sport warna putih, Double Cabin Hilux warna hitam, Toyota Fortuner warna hitam bertemu kelompok Din Minimi di daerah Desa Keude Mesjid Bagok, Nurussalam, Atim.

2. Pada 28 Desember 2015 jam 20.00 WIB, tim penjemput beserta kelompok Din Minimi yang berjumlah 20 orang yang dibawa menggunakan 2 unit kendaraan jenis Panther pikap dan Cheverolet pikap bergerak dari lokasi penjemputan melalui Jalan Medan-Banda Aceh menuju ke arah kecamatan Julok Kabupaten Atim.

3. Setelah tiba di Julok, 2 unit mobil yang ditumpangi oleh Deputi 2 Bin dan Direktur 23 beristirahat di Koramil Julok, sedangkan mobil yang membawa KaBin dan kelompok Nurdin Ismail alias Din Minimi beserta seluruh anggotanya langsung menuju ke rumah orangtua Nurdin di Desa Ladang Baroe, Julok, kabupaten Atim.

4. Pada jam 21.00 WIB, rombongan KaBIN beserta kelompok Din Minimi melaksanakan kegiatan doa bersama dan syukuran bertempat di rumah orangtua Nurdin Ismail alias Din Minimi yang dipimpin oleh Tengku dan tokoh masyarakat setempat. Dihadiri masyarakat dari yang berjumlah 120 orang.

5. Pada jam 23.00 WIB, diperoleh informasi bahwa rombongan KaBIN serta kelompok Din Minimi menginap atau bermalam di rumah orangtua Nurdin Ismail alias Din Minimi, selanjutnya direncanakan tanggal 29 Desember 2015 rombongan Ka Bin beserta seluruh anggota kelompok sipil bersenjata Din Minimi akan berangkat menuju ke Kota Lhokseumawe.

Dianggap bukan kelompok separatis, kelompok Din Minimi tidak ditahan

Kepala BIN Sutiyoso dan rombongan akhirnya bisa membuat kesepakatan damai dengan kelompok Din Minimi di Aceh. Bang Yos, panggilan akrab Sutiyoso bahkan menjemput langsung kelompok ini supaya mau turun gunung.

Menurut Bang Yos, kelompok Din Minimi bukan separatis sehingga pendekatan yang dilakukan tidak perlu menggunakan konfrontasi. Bang Yos dan kelompok Din Minimi membuat kesepakatan damai dan tidak ada yang ditahan baik Din Minimi maupun kelompoknya.

“Kelompok Din ini bukan perampok bukan separatis, mereka tidak ingin memisahkan diri dengan kita (NKRI),” ujar Bang Yos dalam sambungan telepon, Selasa (29/12).

Menurut Bang Yos, kelompok DIn Minimi adalah sempalan dari Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Kelompok ini juga tidak puas dengan elite GAM yang berkuasa.

Menurut Sutiyoso, kesepakatan damai antara dirinya dengan Kelompok Din Minimi melalui proses panjang. Sutiyoso dan Din Minimi sudah dua bulan lebih menjalin komunikasi.

“Penyerahan diri ini tidak semata-mata terjadi, kami sudah komunikasi jarak jauh sebelumnya, sudah dua bulan sebelumnya. Itu pun lewat perantara, dia tidak mau ketemu langsung, pokoknya rumit, tetapi pada akhirnya kita sepakat untuk bertemu secara fisik kemarin,” ujar Sutiyoso.

Kesepakatan damai itu mengajak kelompok Din Minimi untuk turun gunung dan tidak lagi melakukan aksi teror. Kelompok Din Minimi juga tidak ditahan, mereka akan kembali dimasyarakatkan.

Merdeka