Senjata Aneh di Perang Dunia II (2)

3. MERIAM GUSTAV

Bersemangat untuk menyerang Perancis, pemimpin Jerman Adolf Hitler meminta kementerian pertahanan untuk membuat senjata baru yang dengan mudah menembus benteng beton Maginot Perancis, karena dengan jatuhnya benteng tersebut Jerman akan dengan mudah masuk Eropa Barat. Pada tahun 1941, setelah Prancis jatuh, Produsen baja Jerman baja Friedrich Krupp AG mulai membangun senjata Gustav Hitler.
Dengan bentuk setinggi empat lantai, senjata ini memiliki panjang 155 kaki dengan berat 1.350 ton, dan dapat menembakkan amunisi hingga 10.000-pon dari kendaraan yang bentuknya mirip mammoth ii. Tak hanya menjadi sumber kekuatan, ukuran senjata ini juga jadi pemicu kegagalannya. Meriam raksasa ini hanya bisa diangkut dengan kereta api dan menjadi sasaran empuk bagi pengebom Sekutu. Proyek ini dibatalkan dalam waktu satu tahun.

4. TANK MINI GOLIATH

Dikenal sebagai “bom udara” oleh pasukan Amerika, Goliat dijalankan dengan joystick yang dioperasikan oleh operator kontrol. Senjata ini dihubungkan dengan 2.145 kaki kabel ke controller. Mini-tank ini didukung oleh dua motor listrik, kemudian digantikan oleh mesin pembakar gas, dan mampu membawa lebih dari 100 pon bahan peledak tinggi. Goliat itu dimaksudkan untuk meluncur di bawah tank Sekutu dan kemudian meledak. Namun alat ini terbukti rentan terhadap pemotongan kabel sebelum kemudian model radio kontrol diperkenalkan. Jerman berhasil menciptakan 7.500 Goliat selama perang, yang beberapa di antaranya mencapai keberhasilan. Namun, keberhasilan nyata dari Goliath adalah bahwa senjata ini membuka jalan untuk sistem senjata radio-dikontrol, yang pada zaman modern menjadi modus perang baru. (habis)