Militan ISIS Yang Ditangkap Pasukan Kurdi Mengaku Dilatih di Turki

Russian Today

Seorang militan ISIS bernama Abdurrahman Abdulhadi (20) yang ditangkap pasukan Kurdi YPG mengaku dilatih di Turki. Militan ISIS juga blak-blakan bahwa ISIS dan Turki berpura-pura menjadi musuh tapi sebenarnya berteman.

Dengan izin khusus dari pemerintah Kurdi setempat, wartawan Rusia, leluasa mewawancarai militan ISIS yang ditangkap YPG itu. ”Mereka (Turki) hanya muncul untuk seperti menjadi musuh, namun, mereka adalah teman,” kata Abdulhadi kepada Sputnik, yang dilansir Senin (28/12/2015).

Dia mengaku bahwa kakaknya, Til Berak, masih berjuang untuk ISIS. Menurutnya, sekitar 10 persen dari “jihadis” ISIS adalah warga Turki.

”Pada bulan Agustus 2014, saya dilatih di Kota Adana, Turki dengan salah satu emir ISIS,” kata Abdulhadi. Dia menjalani pelatihan selama sebulan dengan sekitar 60 militan lain di sebuah kamp yang tidak jauh dari bandara setempat.

Menurutnya, dua petugas yang memberikan pelatihan militer salah satunya berbahasa Turki.”Sehingga satu sama lain harus menerjemahkan untuknya,” ujarnya.

”Setelah seminggu kami telah belajar di kelas menembak, di mana kita diajarkan untuk menggunakan Kalashnikov, senapan mesin dan senjata lainnya,” imbuh Abdulhadi. ”Kami dilatih di Turki karena perintah ISIS mengira itu lebih aman daripada di Suriah karena pemboman terjadi di sana.”

Pemerintah Turki belum berkomentar atas pengakuan anggota ISIS yang ditangkap itu. Namun, selama ini rezim Presiden Erdogan selalu menyangkal berkomplot dengan ISIS, bahkan menantang semua pihak untuk membuktikannya.