Serangan Udara Rusia Telah Bebaskan 20 Daerah di Suriah

Serangan Udara Rusia di Suriah
Rusia mengklaim serangan udaranya telah berhasil merebut kembali 20 daerah dari tangan ISIS. Menurut Kremlin, serangan yang dilakukan oleh pasukan Rusia turut membantu Angkatan Bersenjata Suriah untuk mengusir ISIS .

“Pasukan Angkatan Darat Suriah dengan dukungan dari Angkatan Udara Rusia melakukan serangan terhadap ibukota ISIS, Raqqa. Sebagai hasil dari serangan ini, sekitar 20 daerah pemukiman berhasil dibebaskan dari ekstrimis,” kata Staf Umum Kepala Operasional Direktorat Umum Angkatan Bersenjata Rusia, Letjen Sergey Rudskoy, dikutip dari Expres.

Rudskoy juga mengungkapkan, bahwa Rusia telah berhasil membangun oposisi lokal yang kuat untuk melawan pendudukan ISIS. Rusia membentuk Angkatan Demokrat Suriah pada bulan Oktober dalam upaya menyatukan suku Kurdi, Arab, Assyria, Armenia, dan milisi Turkmen.

“Startegi yang kami pilih dan ditujukan untuk memblokir saluran keuangan teroris dan menarik kelompok oposisi patriotik untuk memerangi teroris telah membuahkan hasil,” katanya.

“Kami bermaksud untuk melanjutkan pekerjaan kami, yang ditujukan untuk menyatukan semua kekuatan yang tertarik untuk membebaskan Suriah dari teroris internasional,” sambungnya.

Rusia mulai melakukan serangan udara di Suriah pada akhir September lalu, setelah Presiden Bashar al-Assad mengirimkan surat kepada Presiden Vladimir Putin untuk menggempur kelompok teroris di negara itu. Rusia juga mengklaim telah menghancurkan 556 target militan dengan 164 serangan dadakan yang dilakukan sejak 25 Desember 2015.

Serangan tersebut berhasil menyasar target yang berada di Provinsi Aleppo, Latakia, Hama, Homs, Damaskus, Deir ez-Zor dan Raqqa.