Rusia Tegaskan Tak Mencampuri Sengketa Laut China Selatan

Dubes Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin
Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin menyatakan Rusia tidak akan ikut campur dalam sengketa enam negara di wilayah Laut China Selatan.

“Kami tak berpihak pada siapa pun, kami hanya berharap bahwa negara-negara yang terlibat dalam sengketa ini akan cukup bijaksana dan kami yakin mereka cukup bijaksana untuk menemukan solusi yang dapat diterima oleh seluruh pihak, melalui negosiasi diplomatik yang damai.” kata Galuzin.

Suramnya prospek kerja sama ekonomi dengan Barat serta ancaman resesi yang mengintai Rusia membuat langkah Rusia mengubah haluan dan membangun hubungan kerja sama yang lebih kuat dengan Asia terlihat sebagai keputusan yang logis.

Namun demikian, Manajer Hubungan Pemerintah dan Media di Dewan Hubungan Internasional Rusia Anton Tsevetov menyebutkan bahwa sengketa antarnegara di Laut China Selatan bisa merugikan proyek ekonomi Rusia. Perusahaan-perusahaan Rusia yang hendak memasuki pasar energi Asia Tenggara, terutama perusahaan tambang minyak lepas pantai dan ekplorasi gas, akan menemui kesulitan.

Tsevetov saempat menyatakan sengketa enam negara di wilayah Laut China Selatan mengancam integritas ASEAN sebagai sebuah komunitas. Keretakan yang terjadi dalam institusi diplomasi multilateral tersebut memiliki konsekuensi serius bagi isu keamanan regional, sekalipun tanpa melibatkan konflik bersenjata.